"Secara pribadi saya menghormati beliau, tapi secara organisasi saya harus bertanggung jawab untuk memastikan parameter Gerindra untuk mengusung kandidat di pilgub sesuai arahan Ketum, yaitu dari kader dan harus menang," ujar Mulyadi kepada wartawan, Kamis (28/9/2017).
Menurut Mulyadi, pencabutan dukungan kepada Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar karena belum sesuai dengan parameter di atas. Mulyadi menghormati pernyataan Deddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedekatan beliau dengan Pak Prabowo saya akui. Tapi Mohon dimengerti, Gerindra Jabar saat ini menjadi tanggung jawab saya. Saya akan mengubah keputusan jika rekomendasi yang ditandatangani Pak Prabowo dan Pak Sekjen (Muzani) dibawa ke saya," tutur Mulyadi.
"(Jika demikian) Gerindra Jabar akan fatsun 100 persen untuk dilaksanakan," imbuhnya.
Melihat dinamika politik Jawa Barat saat ini, Deddy Mizwar memilih tidak melakukan manuver politik terlebih dulu. Bahkan Deddy belum akan mengajak Mulyadi bertemu guna membahas kelanjutan pengusungan dirinya.
Deddy memilih menunggu instruksi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dia juga tidak ingin terlalu terlibat dalam keributan soal pengusungan gubernur dan wakil gubernur dari PKS dan Gerindra.
"Sudah ditolak ngapain ke sana. Nggak enak dong ditolak. Masak mau maksa masuk dari sana," kata Deddy saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, hari ini.
(gbr/tor)











































