"Begitu sampai di sini saya langsung menangis pak, karena lahan yang harus digarap terkena banjir selama 3 bulan tidak surut. Tapi alhamdulillah itu tidak menyurutkan tekad saya untuk membangun wilayah di sini," jelas Ridwan, Kamis (28/9/2017).
Ridwan bercerita di hadapan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang sedang berkunjung ke Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (27/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total ada delapan kepala keluarga yang bertransmigrasi dari Kota Semarang ke Kabupaten Kayong Utara sejak tahun 2012. Berbekal sebuah rumah dan lahan garapan seluas satu hektar, lima tahun sudah para transmigran asal Kota Semarang tersebut diupayakan agar kesejahteraannya dapat meningkat.
Melalui pembekalan keterampilan bercocok tanam, para transmigran diminta untuk mampu merubah lahan kosong yang disediakan menjadi sebuah lahan produktif, yang mampu menghasilkan produk pertanian atau perkebunan yang unggul.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sendiri mengharapkan para transmigran yang sudah lebih dulu berangkat dapat berusaha semaksimal mungkin. Sehingga dapat sukses menggarap lahannya masing-masing, untuk kemudian menginspirasi masyarakat yang lainnya.
Untuk itulah pria yang akrab disapa Hendi tersebut datang jauh-jauh menemui para transmigran untuk memberikan dukungan serta motivasi. Hendi harus menempuh perjalanan puluhan kilo menggunakan sebuah sepeda motor.
Hal tersebut dikarenakan lokasi permukiman transmigran asal Kota Semarang yang jauh dari pusat keramaian, serta medan jalan menuju ke sana yang cukup sulit dilalui menggunakan mobil. Namun kesulitan tersebut tak menyurutkan semangatnya untuk bertemu dengan para transmigran.
Sesampainya di lokasi, Hendi disambut antusias oleh para transmigran yang telah menunggunya sedari pagi. Warga bahkan secara khusus memasakan beberapa hidangan untuk disantap bersama-sama dirinya. Tanpa sekat, Hendi pun langsung cair berbaur berbincang-bincang bersama warga transmigran tersebut.
Bahkan pria asli kelahiran Kota Semarang itu juga tampak tak canggung duduk sila bersama-sama.
"Pripun kabaripun pak? (Bagaimana kabarnya pak)," tanya Hendi hangat kepada masyarakat di sana menggunakan bahasa Jawa.
Cukup lama Hendi bertukar cerita dengan santai bersama para warga transmigran tersebut, bahkan sesekali tawa pecah disela-sela obrolan mereka. Dirinya pun terlihat cukup senang melihat para transmigran asal Kota Semarang dapat bahagia di tempat tinggal barunya.
Dalam obrolan tersebut, Hendi juga memberi motivasi agar para transmigran tak cepat menyerah serta terus berusaha memaksimalkan fasilitas yang telah diberikan.
"Pertama, senang karena bisa bertemu kembali dengan saudara-saudara saya yang sudah lama meninggalkan Kota Semarang. Kedua, senang karena ternyata kesempatan transmigrasi yang didapatkan bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya," tutur Hendi.
"Banyak kisah inspiratif yang saya dapatkan dari sedulur-sedulur di sini untuk disebarkan, karena transmigrasi ini kan bukan hanya tentang meningkatkan kesejahteraan atau pemerataan kepadatan penduduk, tetapi juga tentang perjuangan dan pengorbanan dalam membangun Indonesia,"tambahnya. (ega/mpr)











































