Sumut Aman dari Virus Flu Burung
Jumat, 20 Mei 2005 21:49 WIB
Medan - Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tetap akan mengawasi jalur keluar masuk unggas ke wilayah itu. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya Virus flu burung (Avian Influenza/AI) ke Sumut."Status Provinsi Sumut hingga sekarang masih dinyatakan sebagai wilayah yang bebas dari flu burung," kata Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Sumut RE Nainggolan, di Medan, Jumat (20/5/2005).Berdasarkan SK Gubernur Sumut Nomor 524/056.K/2004, khusus untuk bibit Parent Stock dari luar Sumut diperbolehkan masuk. Namun harus dilengkapi surat-surat sertifikat kesehatan farm serta ada rekomendasi izin masuk dari Dinas Peternakan Sumut."Untuk tetap mempertahankan status tersebut, maka pengawasan lalu lintas unggas dan produknya, apalagi yang berasal dari daerah terinfeksi tetap dilarang," lanjutnya.Upaya yang dilakukan Pemprov Sumut untuk menghindari terbawanya Virus AI adalah dengan menerapkan titer anti body di lokasi-lokasi peternakan rakyat. Pelaksanaannya dilakukan oleh tim kesehatan hewan dan BPPV Regional I Medan.Selain itu, BPPV Regional I Medan akan melaksanakan pemantauan hewan sentinel yang akan dilaksanakan oleh masing-masing Breeding Farm atau komersil farm yang sudah menjalani vaksinasi Virus AI."Kita meminta agar semua lokasi breeder, komersil dan peternakan rakyat meningkatkan kebersihan di lokasi peternakan unggas dan menjalankan tindakan biosecurity dengan baik," ungkapnya.Perusahaan peternakan unggas yang memiliki kerjasama inti plasma di kabupaten/kota, juga diminta untuk menjalin kerjasama dan meningkatkan hubungan koordinasi antara pihak pengusaha dengan Dinas Peternakan, Dinas Pertanian atau dinas yang menangani peternakan di lokasi peternakan.Sementara kerjasama dengan kegiatan pengamatan penyakit, baik oleh technical service, maupun petugas kesehatan hewan perlu dilakukan secara koordinasi. Terutama dalam penyampaian informasi-informasi dari lapangan."Bila informasi-informasi bisa didapat lebih awal, maka langkah antisipasi bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus lebih luas lagi. Sekaligus bisa menyelematkan ternak unggas milik masyarakat lainnya yang kemungkinan bisa tertular," tandas Nainggolan.
(fab/)











































