Calon Polisi yang Tewas Bunuh Diri, Rajin ke Gereja

Calon Polisi yang Tewas Bunuh Diri, Rajin ke Gereja

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2005 21:08 WIB
Pekanbaru - Calon polisi Pekanbaru yang meninggal beberapa hari lalu dipastikan tewas karena menenggak racun serangga, akibat tak tahan disiksa seniornya. Padahal, korban diketahui sangat rajin berdoa dan pergi ke gereja."Dia selalu bilang, tidak ingin gagal masuk polisi," kenang Nyonya R Boru Nadapdap, adik kandung orang tua Polisi Magang Bribda Tobok Edis Haryanto Boang Manalu yang tewas itu.Kepada wartawan, Inang Uda (Tante) korban, Jumat (20/5/2005) mengatakan, meski tidak terlalu suka bercerita, Tobok dikenal ramah di lingkungannya. Selain selalu menegur tetangga, almarhum juga tidak jarang menolong tetangganya."Ia ramah. Bukan saja kami yang sayang, para tetangga pun tak habis pikir kenapa Tobok bunuh diri begitu. Kalau soal perempuan atau cewek, Tobok tidak pernah cerita. Ia selalu bilang, tunggu kerja dulu baru mau pacaran," ujar Nadapdap.Lantas bagaimana peristiwa bunuh diri itu sendiri? Nadadap menceritakan, Sabtu (14/5/2004) lalu, menjelang pukul 24.00, tengah malam, ada suara ketukan di pintu berulang kali.Setelah dibuka pintu, terlihat Tobok Manalu, pulang ke rumah tidak berpakaian seragam polisi. Dia baru pulang dari asrama polisi tempat dia magang di Polres Bangkinag, Kabupaten Kampar, atau sekitar 70 km arah barat Pekanbaru.Tidak seperti biasanya, Tobok tidak banyak bicara malam itu dan langsung ngeloyor ke ruang tengah. "Dia masih sempat bilang, Saya mau tidur saja Inang Uda. Aku capek, pulang langsung kesini," kata Nadapdap menirukan ucapan Tobok.Singkat cerita, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, malapetaka itu datang. "Dari dalam kamar, saya mendengar suara rintihan yang cukup kuat. Langsung aku melompat dan kulihat Tobok mengerang sambil memegang perut. Sakit Mak. Tolonglah aku mak, aku belum mau mati," urai Nadapdap.Saat itu Tobok mengerang dan berguling guling, sekujur tubuhnya basah oleh air seni dan kotoran. Nadapdap dan suaminya A boang Manalu bergegas menolong."Melihat dia kesakitan, kami bergegas membawanya RS Santa Maria dengan taxi. Disana Tobok langsung ditangani banyak perawat dan dokter, kami sekeluarga panik sekali malam itu," kata Boang menambahkan.Sektelah empat jam Tobok ditangani tim medis, pada pukul 05.00 WIB Tuhan menjemput nyawanya. "Dalam perjalanan ke rumah sakit, Tobok sempat cerita. Sebelum ke rumah kami, ia minum baygon karena tak tahan disiksa seniornya," kenang Nadadap."Karena waktu itu kondisi panik, kami pun tak sempat bertanya siapa seniornya yang menyiksa dia,"tambahnya.Hasil tes medis menyebutkan, diperkirakan, Tobok sudah menenggak racun itu sebelum sampai kerumahnya malam pukul 23.00 WIB. "Dari hasil pemeriksaan ia memang mati karena racun toksin, "ujar Kadispen Polda Riau, AKBP Amien Rachmsyah.Mengenai pengakuan almarhum menjelang meregang nyawa, bahwa ia minum racun karena tak tahan disiksa senior? "Sampai saat ini Tim Investigasi yang kita bentuk, tengah mengumpulkan sejumlah saksi-saksi guna mengungkap kematian tersebut," kata Amien.Catatan di kepolisian, Tobok adalah siswa lulusan SPN Pekanbaru TA 2003/2004. Pada Januari 2005 almarhum mengikuti Program Magang di Polsek Lipat Kain, Kampar. Namum, dalam penempatannya, sejak januari almarhum ditempatkan di Polres Kampar. (fab/)


Berita Terkait