"Yang paling penting dalam berdemokrasi, berdemokrasi tidak pernah menginginkan ada yang kalah. Kalau voting ada yang kalah nggak? Ada yang kalah," kata Gatot di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).
Gatot lalu membandingkan sistem permusyawaratan dan perwakilan, seperti sila keempat Pancasila, dengan pemilu. Menurut Gatot, musyawarah lebih baik ketimbang voting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot lalu menyinggung unit pasukan tak takut mati. Menurut dia, pasukan itu harus dijaga agar tak menjadi hal yang tak diinginkan.
"Padahal ingat, kita ada kumpulan orang-orang yang tak takut mati, orang-orang kesatria. Salah memperlakukan, harga diri dia tertindas, dia akan angkat senjata. Kalau angkat senjata, nggak bisa gebuk," papar dia.
Gatot pun berpesan kepada masyarakat agar konsisten menjalankan dan mengamalkan Pancasila. Jika semua sila diamalkan dengan baik, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan tercipta.
"Kalau kita lakukan konsisten, sila pertama, sila kedua, ketiga, keempat, yang jadi tujuan nasional keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa tercapai. Tanpa itu, bohong," ungkap Gatot.
"Jangan ragu lagi dengan Pancasila yang sudah terbukti dan ini adalah warisan yang dibuat dengan nuansa kebatinan karena kecintaan luar biasa dalam menyiapkan anak-cucunya selamat dalam pertempuran global seperti ini," sambung Gatot. (gbr/dkp)










































