Pohon di Seberang Istana Bogor Tumbang, Satu Pengendara Motor Luka

Pohon di Seberang Istana Bogor Tumbang, Satu Pengendara Motor Luka

Farhan - detikNews
Rabu, 27 Sep 2017 19:08 WIB
Pohon di Seberang Istana Bogor Tumbang, Satu Pengendara Motor Luka
Ilustrasi Pohon Tumbang (Zaki Alfarabi/detikcom)
Bogor - Pohon kiara payung berukuran besar yang berada di seberang Istana Bogor, Jalan Jalak Harupat, Bogor Tengah, Jawa Barat, tumbang. Seorang pengendara motor mengalami luka di bagian kepala karena tertimpa pohon.

Pohon tersebut tumbang saat sebagian besar wilayah Kota Bogor Tengah diguyur hujan sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (27/9/2017). Pohon setinggi 25 meter dan berdiameter 30 sentimeter itu berusia lebih dari 50 tahun.

"Kejadiannya memang jalan lagi sepi, karena sebelumnya ada iring-iringan Ibu Negara lewat. Itu pohon tiba-tiba saja tumbang. Mungkin juga karena hujan, ini kan dari pagi hujan terus," kata Jajang, warga sekitar, saat ditemui di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jajang menyebut pohon tumbang tersebut juga sempat menimpa 2 mobil dan 1 motor. Namun satu mobil, Pajero, hanya rusak sedikit dan melanjutkan perjalanan.

"Satu mobil ini saja yang kena, yang mobil Hilux. Terus satu lagi motor yang ketimpa," terang Jajang.

Akibat kejadian tersebut, pengendara motor bernopol B-6043-EZK bernama Edward (31) mengalami luka parah karena tertimpa batang pohon dan dievakuasi ke RS PMI Bogor. Sedangkan teman perempuan yang ia boncengkan selamat dan tidak mengalami luka.

"Ini kebetulan posisinya lagi ada tamu itu, jadi agak sepi. Ini tiba-tiba tumbang," ujarnya.

Kepala Seksi Pembangunan Pohon Bidang Pertamanan Dinas Pertamanan Perumahan Permukiman Kota Bogor Devie Librianti menyebut pohon yang tumbang tersebut bernama pohon kiara payung, yang usianya sudah lebih dari 50 tahun. Pohon tersebut diduga tumbang karena akarnya yang sudah lapuk.

"Ini pohon sudah miring dengan kemiringan 45 derajat, kemungkinan akar pohon tersebut kelebihan beban. Kemungkinan juga akar sudah lapuk. Kemudian pohon ini tidak memiliki akar tunggal karena ini kan ditanam ulang, kemudian karena letaknya ada di lereng, kemungkinan juga karena gangguan ketika ada pembangunan," kata Devie di lokasi kejadian. (idh/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads