"Kita memang ada beberapa hal yang kita bicarakan secara intensif. Dan dari pembicaraan itu di antaranya adalah menyetujui Deklarasi Bali," kata Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat jumpa pers setelah konferensi ASEM TMM Ke-4 Tahun 2017 di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/9/2017).
Budi menambahkan ada 20 poin dalam Deklarasi Bali yang menjadi concern ASEM TMM ke depan. Namun, secara garis besar, isu dalam Deklarasi Bali menjadi jembatan mengintegrasi konektivitas transportasi antara Eropa dan Asia serta menyinergikan planing-planing regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konferensi ASEM TMM Ke-4 tersebut, menurut Budi, juga menyepakati tuan rumah pada konferensi dua tahun kemudian. Negara yang disepakati menjadi tuan rumah adalah Hungaria.
Sementara itu, Deputi Sekretaris Komisaris Uni Eropa Violetta Bulc mengatakan topik konektivitas yang menjadi pembicaraan di ASEM TMM sangat esensial. Menurut dia, pembahasan tersebut tidak hanya untuk satu negara, tapi juga berpengaruh untuk seluruh dunia.
"Kami mengundang untuk ke depannya dapat membuat join deklarasi di kesempatan yang lain. Hal ini akan menjadi hal yang penting bagi masyarakat kita, namun juga bagi negara," jelas Violetta.
"Kami juga membicarakan tentang otomatisasi digital transportasi. Untuk ke depannya, kami juga akan membicarakan peluang kerja sama di bidang konektivitas railway, maritim, dan udara antara Asia dan Eropa," tambahnya. (ibh/nvl)










































