Ada 6 Kasus Asusila Lain Selain Pencabulan Mahasiswi UPI

Ada 6 Kasus Asusila Lain Selain Pencabulan Mahasiswi UPI

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2005 19:10 WIB
Bandung - Tim Pengacara Muslim (TPM) tidak hanya menangani kasus pencabulan yang dialami oleh mahasiswi UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) - sebut saja Melati. Tapi, masih ada enam kasus asusila yang ditanganinya. Ups! Kasus-kasus asusila itu telah dilaporkan ke TPM. Dari sejumlah laporan itu, ada juga kasus asusila yang dilakukan oleh oknum lain dari Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT). Sebelumnya, pencabulan terhadap Melati juga diduga dilakukan ustad AR, ustad di DT. Hal ini disampaikan pengacara dari TPM Qadhar Faisal saat ditemui di Kantor Notaris Cahya Suryana, Jalan Dr. Otten No 7, Jumat (20/5/2005) di Bandung. Menurut dia, beberapa kasus asusila itu, antara lain kasus yang dialami seorang santri berinisial THR. Kasus ini bermula terjadi pada November 2004 saat bulan puasa. Seorang oknum yang bekerja di Dapur Teteh Ponpes DT melakukan pemaksaan terhadap THR (20) untuk menemaninya tidur di rumahnya. Bahkan menurut pengakuan dari THR alias DAR, oknum tersebut sempat menampar THR karena menolak ajakan bejatnya itu."Setelah itu, oknum tersebut sempat makan sahur bersama. Orang tuanya tidak tahu," kata Qadhar Faisal yang kini sebagai pengacara THR. Menurut dia, THR datang dengan ibu kandungnya pada tanggal 17 Mei 2005 ke TPM untuk mengadukan kasus asusila yang dialaminya. Saat mengadu, kondisi THR tampak sakit dan terlihat emosional.Dalam pengakuannya, akibat tindakan asusila itu, THR sempat hamil. "Dan pada usia kehamilan 6 bulan, THR dipaksa menggugurkannya," ungkapnya. Dari pengakuan korban, hingga saat ini oknum tersebut malah sudah menikah dengan orang lain. "Untuk kasus ini saya biarkan dulu agar jalan damai ditempuh," kata dia. Rencananya, ada tim dari keluarga THR untuk bertemu Aa Gym sebagai pimpinan Ponpes DT. "Baik itu tabayun atau islah biarkan secara alami dulu. Saya ingin tahu juga kebijakan Aa Gym terhadap orang yang sedang mencari keadilan," ungkap Qadhar. Lantas, apa lima kasus asusila lainnya. Qadhar belum mau membuka saat ini. "Saya belum bisa katakan saat ini. Pelakunya masih sama orang yang tergabung dari lembaga itu (DT)," ungkapnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads