Usai Temui Staf Presiden, Massa Aksi Hari Tani Bubarkan Diri

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 27 Sep 2017 15:48 WIB
Foto: Massa aksi Hari Tani Nasional membubarkan diri usai ditemui Deputi II Bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom).
Jakarta - Massa aksi Hari Tani Nasional mulai membubarkan diri setelah keinginannya untuk bertemu Presiden Joko Widodo tidak terpenuhi. Namun, massa aksi sempat ditemui oleh Deputi II Bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho.

Pantauan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017), massa aksi mulai membubarkan diri sejak pukul 14.00 WIB setelah bertemu Yanuar. Mereka juga sempat dihibur oleh eks vokalis grup band Boomerang, Roy Jeconiah yang datang menghibur massa.

Massa menyampaikan berbagai tuntutannya kepada Yanuar untuk disampaikan kepada Jokowi. Salah satunya adalah mencari solusi dari reformasi agraria.

"Kami meminta agar presiden bisa segera menemui kami utusan-utusan dari petani ini. Untuk membicarakan, untuk mencari jalam keluar dari solusi darurat reformasi agraria ini," tutur Sekjen Petani Indonesia, Agustiana.
 Usai Temui Staf Presiden, Massa Aksi Hari Tani Bubarkan DiriFoto: Mereka juga sempat dihibur oleh eks vokalis grup band Boomerang, Roy Jeconiah yang datang menghibur massa (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom).

Menanggapi tuntutan petani, Yanuar berjanji akan menyampaikannya kepada Presiden Jokowi. "Termasuk aspirasi agar teman-teman sekalian diterima oleh Presiden. Saya belum bisa menjanjikan kapan, berapa banyak, tetapi saya akan menyampaikan itu kepada Kepala Staf Kepresidenan," jelas Yanuar.

Massa kemudian secara bergantian membubarkan diri dengan menaiki bus yang terparkir di depan Istana Merdeka. Mereka ada juga yang menyempatkan berkumpul untuk meneriakkan orasinya sebelum bubar.
 Usai Temui Staf Presiden, Massa Aksi Hari Tani Bubarkan DiriFoto: Massa aksi Hari Tani Nasional membubarkan diri usai ditemui Deputi II Bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom).

Berikut tuntutan massa kepada Presiden Jokowi:

1. Presiden segera meluruskan reforma agraria yang sesuai denga UUD pasal 33, UUPA 1960 dan TAP MPR No 11 tahun 2001. Reforma agraria yang bertujuan mengurangi ketimpangan, menyelesaikan konflik agraria, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

2. Presiden dan DPR RI segera meninjau ulang dan mengoreksi terhadap UU serta peraturan pelaksanaannya yang terbukti dan tidak sejalan dengan UUPA.

3. Presiden segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di seluruh daerah.

4. Usut tuntas praktik-praktik korupsi di bidang agraria. Khususnya di sektor perkebunan kehutanan dan pertambangan yang telah menyebabkan prampasan tanah kerusakan lingkungan dan konflik agraria.

5. Moratorium izin baru di sektor perkebunan kehutanan dan pertambangan serta melakukan review dan penertiban terhadap izin-izin lama yang terbukti melanggar hukum serta melakukan penegakan hukum terhadap korporasi pelanggaran ham dan pelaku peruskan lingkungan.

6. Presiden mendorong agar perusahaan-perusahaan pertanian dan perkebunan diarahkan kepada sektor hilir niaga industri pengolahan pasca panen pengembangan teknologi. Sementara tanah-tanah pertanian dan perkebunan dimiliki oleh rakyat dan petani. (nvl/idh)