Kubu Alwi dan Muhaimin Sepakat Tidak Membuat PKB Tandingan

Kubu Alwi dan Muhaimin Sepakat Tidak Membuat PKB Tandingan

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2005 18:36 WIB
Jakarta - Ada sinyal perpecahan dalam tubuh PKB akan selesai. Kubu Muhaimin Iskandar dan Alwi Shihab saling berkomitmen untuk tidak membuat PKB tandingan. Mereka menyepakati untuk mematuhi apa pun putusan pengadilan. "Kami yakin PKB tetap satu, karena apa pun putusan pengadilan kita akan terima," kata Ketua DPP PKB versi Muhaimin, Nursyahbani Katjasungkana di Gedung DPR/MPR dalam diskusi mengenai konflik PKB kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2005). Bagaimana dengan Gus Dur? Apakah akan menerima apa pun hasil pengadilan? Menurut Nursyahbani, apa pun keputusan pengadilan, Gus Dur akan mematuhinya. "Gus Dur merupakan orang yang mengerti apa pun hasil pengadilan. Dia itu orangnya sangat prosedural," ujarnya. Pernyataan Nusyahbani ini diamini Ketua DPP PKB versi Alwi Shihab, AS Hikam. "Kami juga akan menerima apa pun hasil dari pengadilan. "PKB tetap satu, tidak ada PKB Reformasi," katanya di tempat yang sama. Hikam menilai konflik yang terjadi dalam partainya cukup serius. Namun, pertikaian antara kubu Alwi dan Muhaimin tidak terkait dengan keberadaan Gus Dur. "Kita tidak pernah berbeda dengan Gus Dur. Tapi kita berbeda dengan Muhaimin yang selalu memanipulasi. Gus Dur hanya di-faith accomply sama mereka," tukasnya.Mahfud MD menilai kedua belah pihak mempunyai peluang yang sama untuk menang dalam sengketa di pengadilan. Hal ini disebabkan keputusan pengadilan harus berdasarkan segi politik dan hukum. Meski masih menunggu keputusan pengadilan, pria berkacamata ini yakin islah masih bisa diwujudkan."Masih ada cara yang saat ini dirahasiakan. Semoga islah bisa benar-benar diwujudkan, karena kalau melalui pengadilan akan susah mencari titik temunya," jelasnya.Meski nanti kedua belah pihak sepakat berkomitmen terhadap keputusan pengadilan, menurut Hikam, PKB tetap menjadi korban dari para anggotanya. Perpecahan ini pasti menimbulkan efek negatif bagi tubuh PKB. "Setelah ada hasil dari pengadilan, PKB nanti harus bekerja keras," katanya. (atq/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini