Pencairan Bansos Provinsi Bali Dijamin Tepat Waktu

Pencairan Bansos Provinsi Bali Dijamin Tepat Waktu

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 27 Sep 2017 14:57 WIB
Pencairan Bansos Provinsi Bali Dijamin Tepat Waktu
Foto: Mensos Khofifah Indra Parawansa (Yulida-detikcom)
Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan proses pencairan bantuan sosial non tunai di Provinsi Bali tidak akan terganggu dengan status awas Gunung Agung. Pencairan akan berjalan sesuai dengan waktu yang dijadwalkan dan saat ini tinggal menyisir sisa untuk tahap tiga (Agustus-September).

"Semua masih sesuai jadwal, Kemensos dan himpunan bank negara sebagai penyalur Bansos PKH non tunai tetap maksimalkan keluarga penerima manfaat yang tersisa," kata Khofifah di Karangasem, Bali, Rabu (27/9/2017).

Provinsi Bali sendiri menerima bantuan sosial dari pusat sejumlah Rp 283,6 miliar yang diperuntukkan untuk lima jenis bantuan yaitu PKH, Beras Sejahtera, Bantuan Pangan Non Tunai, Bansos Disabilitas, dan Bansos Lansia. Adapun jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Bali sebanyak 48.052 KK. KPM terbesar ada di Kabupaten Buleleng, disusul Karangasem dan Tabanan.

"Mudah-mudahan Bansos ini bisa sedikit membantu meringankan beban para pengungsi," ujar Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memastikan bahwa logistik untuk warga di sekitar Gunung Agung, baik yang di Karangasem, Klungkung, Buleleng dan Bangli, yang sedang mengungsi hingga saat ini masih mencukupi. Berdasarkan data dari BNPB per pukul 12.00 WITa, jumlah pengungsi Gunung Agung telah mencapai angka 87.213 orang.

"Kemensos akan terus berkoordinasi dengan koordinator pengungsi Pemprov Bali maupun dinas sosial masing-masing kabupaten untuk memastikan logistik seluruh pengungsi tidak kekurangan," ucap Khofifah. (vid/rvk)


Berita Terkait