"Tanah untuk Rakyat, mari kita semua berdiri, kibarkan bendera, teriakkan 'tanah untuk rakyat," teriak Sekjen Petani Indonesia, Agustina, di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).
Teriakan Agustinus langsung disambut peserta aksi lainnya. "Tanah untuk rakyat" teriak massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari massa ada juga yang telah berusia lanjut. Salah satunya pria berusia 60 tahun asal Indramayu, Ai. Dia mengaku mengikuti aksi ini agar hidup petani lebih sejahtera.
Ai mengaku selama ini bekerja sebagai petani dengan menggarap lahan milik negara. Namun ia juga harus membayar pajak sebesar Rp 400.000 per tahun.
"Saya ingin sejahtera, pengennya tanah digarap masyarakat, jangan dipajakin. Jadi menanam pisang dimakan sendiri, bukan dimakan Perum," kata Ai. (nvl/idh)











































