Salah satu petani yang ikut aksi, Sarkam (40), datang dari Indramayu, Jawa Barat, bersama anak dan istrinya. Dia mengaku lahan garapannya berkurang sejak hadirnya pengelola.
"Saya sudah puluhan tahun garap di situ, itu tanah negara. Cuma, sejak dikelola perum, (lahan) jadi dibatasi, diatur-atur," kata Sarkam di Taman Aspirasi, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi peringatan Hari Tani Nasional (Aditya Mardiastuti/detikcom) |
Dalam peringatan Hari Tani Nasional ini, Sarkam mantap mengikuti rombongan petani di daerahnya ke Jakarta. Bahkan dia mengajak anak-istrinya dan berharap bisa menyuarakan aspirasinya.
"Saya ajak anak-istri, namanya juga perjuangan. Kemarin berangkat habis maghrib, terus nginep di Istiqlal. Rombongan dari Indramayu sekitar 50 mobil," katanya.
Hal senada disampaikan Karsiban (50). Ia berharap bisa mendapatkan lahan garapannya lagi.
"Biasa kami tanam padi, tapi sama perum ditanami pohon putih," ujar Karsiban.
Massa menggelar aksi dengan tertib. Mereka bertahan di tengah gerimis dan menyimak pernyataan orator dari mobil komando. (ams/rvk)











































Aksi peringatan Hari Tani Nasional (Aditya Mardiastuti/detikcom)