Tabrakan KA di Lampung
Menhub: PT KA Perlu Berbenah!
Jumat, 20 Mei 2005 16:47 WIB
Bandar Lampung - Kinerja PT KA (Kereta Api) sudah mendesak untuk segera dibenahi. Apalagi kecelakaan KA masih terus terjadi. Terakhir, tabrakan KA Babaranjang dengan KA Fajar Utama di Rajabasa, Bandar Lampung. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Rajasa kepada wartawan saat meninjau lokasi tabrakan KA Babaranjang dan KA Fajar Utama, Jumat (20/5/2005). "Dengan kecelakaan ini, kinerja PT KA perlu dibenahi," kata Hatta. Saat meninjau lokasi tabrakan, Hatta didampingi Direktur Utama PT KA Omar Berto dan Dirjen Perhubungan Darat Dephub Haris Fadilah. Menurut Hatta, kecelakaan yang mengakibatkan empat orang tewas itu kini tengah diteliti Tim Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KKTN). Hasil pemeriksaan KKTN akan diketahui pekan depan. Tentang masih seringnya terjadi kecelakaan KA, Hatta mengungkapkan, selain perlu ada pembenahan kinerja PT KA, juga perlu ada perbaikan jaringan rel. "Dephub tahun ini telah menganggarkan dana sebesar Rp 117 miliar untuk memperbaiki dan menata kembali jaringan rel yang ada," kata Hatta.Khusus jalur rel yang melintas di dalam kota, seperti lokasi kecelakaan di Bandar Lampung tersebut, rencananya akan dipindahkan ke jalur lain yang lebih aman dari aktivitas masyarakat. "Khusus jalur kereta api Lampung-Sumsel akan dipindahkan sejauh 25 kilometer. Tahun ini mudah-mudahan selesai dikerjakan," katanya. Kecelakaan KA penumpang Fajar Utama dari Palembang menuju Lampung yang menabrak 13 rangkaian gerbong batubara itu terjadi Kamis (19/5/2005) pukul 18.00 WIB. Empat orang tewas dan 19 luka-luka.
(asy/)











































