Badawi Tegaskan Tanggung Jawab Selat Malaka Ada di 3 Negara
Jumat, 20 Mei 2005 16:17 WIB
Jakarta - Pihak swasta maupun sipil tidak dipercayakan bertanggung jawab atas keamanan Selat Malaka. Otoritas keamanan Indonesia, Malaysia, dan Singapura-lah yang pegang peranan.Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa keamanan di Selat Malaka merupakan tanggung jawab bersama otoritas keamanan tiga negara tersebut. Penegasan itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi dalam kunjungannya ke Belanda. "Jika kita mempercayakan pengawasan keamanan ke pihak-pihak sipil, sesuatu bisa terjadi yang mungkin menimbulkan reaksi atau insiden yang sulit dikontrol," ujarnya.Hal tersebut disampaikan Badawi saat ditanya mengenai langkah beberapa perusahaan pengapalan untuk meningkatkan keamanan kapal-kapal mereka dengan melibatkan pasukan keamanan swasta. Demikian seperti diberitakan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Jumat (20/5/2005).Ditandaskan pemimpin negeri jiran itu, pendekatan apapun yang diambil terkait dengan kendali keamanan di Selat Malaka merupakan pendekatan oleh ketiga negara itu. "Opini kami, lebih baik jika pengawasan itu dilakukan otoritas keamanan Malaysia, Singapura dan Indonesia," tutur Badawi pada konferensi pers di Belanda.Menurut Badawi, isu keamanan di Selat Malaka yang kerap terjadi aksi perompakan itu dibahas dalam pertemuan dengan PM Belanda Jan Peter Balkenande, Kamis (19/5/2005) malam waktu setempat. PM Balkenande menekankan pentingnya pengamanan keamanan rute kapal di selat yang ramai itu."Saya katakan bahwa Malaysia, Singapura dan Indonesia serius akan masalah itu dan memberikan prioritas untuk memonitor keamanan rute kapal di Selat Malaka," kata Badawi.Kepada Balkenande, Badawi mengutarakan bahwa ketiga negara itu berkomitmen untuk menjaga keamanan kapal-kapal yang melintas di selat tersebut setiap waktu. Badawi juga mengakui bahwa negaranya, serta Singapura dan Indonesia membutuhkan bantuan teknologi dan kontribusi apapun guna pengamanan Selat Malaka.Teknologi yang dibutuhkan bisa dalam bentuk teknologi pengawasan untuk digunakan oleh pesawat supaya bisa memonitor dan mendeteksi kapal-kapal yang lewat.
(ita/)











































