Konflik Mamasa, Mahasiswa Tuntut Gubernur Sulbar Dicopot
Jumat, 20 Mei 2005 16:16 WIB
Makassar - Kinerja Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Oentarto S Mawardi dinilai tidak maksimal oleh mahasiswa. Ini terbukti dengan masih belum selesainya konflik Mamasa. Karena itu, mereka meminta Oentarto dicopot dari jabatannya. Desakan ini diteriakkan oleh puluhan mahasiswa yang mendatangi Kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (20/05/2005). Mereka tergabung dalam Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewasi Mamasa Mandar (KPM-PMM). Mereka menilai Oentarto gagal dalam berbagai hal. Terlebih dalam menyelesaikan konflik di Mamasa, yang kian berlarut-larut tak kunjung selesai. "Mamasa adalah bom waktu, yang sewaktu-waktu bisa meledak. Karena tidak diselesaikan dengan baik," ujar M. Hatta, kordinator aksi saat melakukan orasi. Selain itu, mereka juga menganggap pembangunan tidak berjalan sama sekali. "Meskipun belum lama menjabat, seharusnya sudah ada langkah-langkah awal untuk membangun Sulbar," tutur Hatta. Oentarto adalah gubernur sementara sejak Sulbar memisahkan diri dengan Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini, Oentarto telah 7 bulan menjabat sebagai gubernur Sulbar. Sebagai provinsi baru, hingga kini DPRD Sulbar belum terbentuk. "Kami mendatangi DPRD Sulsel, agar disampaikan ke Mendagri, tentang keinginan kami ini," pinta Hatta. Para mahasiswa ini meninggalkan gedung DPRD Sulsel setelah anggota dewan berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka ke Mendagri.
(asy/)











































