Baliho raksasa itu terpampang di depan kantor Wali Kota Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Baliho ini cukup besar, berukuran sekitar 3 x 5 meter. Tidak diketahui pasti kapan baliho itu terpasang.
Dalam baliho itu tertulis pada bagian atasnya logo Pemkot Pekanbaru. Selanjutnya, ada kalimat 'Pemerintah Kota Pekanbaru mengucapkan selamat datang Bapak Prof DR Yusril Ihza Mahendra di Kota Pekanbaru Smart City yang madani'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bawah gambar Firdaus ini tertulis 'Prof DR Firdaus ST. MT.'. Penambahan gelar profesor inilah yang menjadi pergunjingan warga Pekanbaru.
"Wah baru tahu kalau wali kota kita sudah bergelar profesor. Selamatlah kalau begitu," ucap Eka, warga Pekanbaru, kepada detikcom, Selasa (26/9/2017).
Pencantuman gelar profesor ini menjadi viral di sejumlah grup WhatsApp. Sebab, setahu masyarakat, Firdaus MT belum meraih gelar profesor.
Karena mulai ramai dibicarakan masyarakat, akhirnya Pemkot Pekanbaru sepertinya menyadari akan kesalahan penambahan gelar profesor itu.
detikcom menyambangi baliho raksasa tersebut yang ada di depan kantor Walkot Pekanbaru. Pantauan di lokasi, ada dua orang yang sedang bertugas memperbaiki kesalahan itu. Satu orang memegang tangga besi, seorang lainnya memanjat baliho tersebut.
Terlihat dengan jelas petugas yang berada di atas berusaha menempel gelar profesor tersebut. Tulisan gelar profesor itu sebelumnya menimpa papan nama warna hitam tulisan 'Firdaus' yang menempel di bajunya. Setelah menempel gelar profesor itu, akhirnya tulisan yang tertera menjadi 'DR Firdaus ST MT'. Setelah menutup gelar profesor itu, petugas pun turun.
Ketika ditanya, petugas tersebut hanya mengaku disuruh menempel gelar profesor tersebut. "Cuma disuruh nempel ini aja," katanya kepada detikcom.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Kemasyarakatan (Kabag Humas) Pemkot Pekanbaru Hadiyanto tidak membantah adanya kesalahan penambahan gelar profesor di baliho tersebut. Pemasangan baliho itu merupakan domain bagian umum di Pemkot Pekanbaru.
"Menurut bagian umum, soal baliho itu ada kesalahan teknis di percetakan. Tidak ada unsur kesengajaan (menambah gelar profesor), tidak ada juga maksud yang lain. Semata-mata karena ada kesalahan teknis saja," kata Hadiyanto kepada detikcom.
Menurut Hadiyanto, baliho itu dipasang atas nama Pemkot Pekanbaru untuk menyambut kedatangan Yusri Ihza Mahendra.
"Pak Yusril kan tokoh nasional yang datang acara seminar di Pekanbaru. Tapi penyelengaraannya bukan kita (Pemkot Pekanbaru). Jadi sebagai rasa penghormatan, kita pasang baliho untuk menyambut kedatangannya. Baliho itu dipasang tadi malam (Senin 25/9 malam)," tutur Hadiyanto. (cha/dnu)










































