Ketum PD Tolak Akui DPD Sumut Pimpinan Yusuf Pardamaian
Jumat, 20 Mei 2005 14:51 WIB
Bali - Lolos verifikasi Depkum dan HAM ternyata tidak menjamin DPD Sumut pimpinan Yusuf Pardamaian diakui DPP Partai Demokrat (PD). Ketum PD Subur Budhisantoso justru mengakui kepengurusan DPD Sumut yang dipimpin Palar Nainggolan.Bahkan dalam Kongres I PD yang digelar mulai 20-23 Mei 2005 di Bali, hak suara dipegang DPD Sumut pimpinan Palar. Sedangkan DPD Sumut-nya Yusuf dalam Kongres I statusnya hanya undangan."Yang saya tanda tangani adalah DPD Sumut-nya Nainggolan," kata Subur di Hotel Inna Grand Bali Beach, Bali, Jumat, (20/5/2005).Menurut Subur, Yusuf Pardamaian memang yang lolos verifikasi Depkum dan HAM, tapi DPD pimpinan Yusuf ini dicap 'nakal'. "Kalau yang lolos verifikasi itu ternyata tidak berfungsi maka kepemimpinannya ya diganti," ungkap Subur.Kasus kepengurusan ganda ini, lanjut Subur, tidak hanya terjadi di DPD Sumut. Kasus serupa juga terjadi di DPD Kepulauan Riau. DPD-DPD inilah yang akhirnya memunculkan kepengurusan kembar. "Tapi pada prinsipnya, DPC dan DPD yang diakui adalah yang masih berfungsi," kata Subur.Meski kondisi di lapangan seperti itu, Subur membantah soal kepengurusan ganda di tubuh PD. Ini terbukti dari sikap panitia kongres yang sangat akomodatif karena mengundang semua pengurus yang berseteru. Berdasarkan informasi untuk menangani kepengurusan kembar di tubuh DPD, pendiri PD Presiden SBY pada pukul 14.00 WITA dijadwalkan akan bertemu dengan DPC-DPC yang bermasalah, dan pada pukul 16.00 WITA giliran DPD bermasalah yang akan bertemu SBY.Kepengurusan kembar di tubuh PD sempat membuat ricuh Kongres I PD, terutama saat registrasi peserta kongres. Sebut saja Ketua DPC Nias Selatan Ali Ozi Sokhi Fau yang memprotes panitia karena namanya tidak terdaftar dalam list peserta kongres. Ali Ozi dan para pendukungnya marah dan sempat terjadi aksi dorong dengan beberapa pengurus DPP PD yang mencoba memberikan penjelasan.Kericuhan juga terjadi saat delegasi dari DPD PD Sumatera Utara mendaftarkan diri. Ketua DPD PD Sumut Yusuf Pardamaian ditolak panitia saat mendaftarkan diri. Namanya tidak ada dalam daftar peserta. Dalam daftar peserta, yang tercatat sebagai utusan dari Sumut adalah Palar Nainggolan. Akibatnya adu mulut tak terelakkan. Beberapa pendukung Yusuf Pardamaian teriak-teriak dan sempat terjadi aksi saling dorong dengan panitia. Bahkan salah seorang pendukung Yusuf Pardamaian sempat naik ke atas meja dan merobek-robek koran yang ada di atas meja.
(umi/)











































