DetikNews
Selasa 26 September 2017, 15:58 WIB

CIA Pantau PKI

Momen Krusial! Ini Pantauan CIA Saat Kejadian G30S/PKI

Fitraya Ramadhanny - detikNews
Momen Krusial! Ini Pantauan CIA Saat Kejadian G30S/PKI Dokumen CIA tertanggal 1 Oktober 1965 (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - 30 September 1965 adalah malam tragedi. Para jenderal diculik pasukan Cakrabirawa. Inilah pantauan CIA pada 1 Oktober 1965.

Laporan kegiatan agen-agen CIA pada 1965 kepada Presiden AS terangkum dalam dokumen 'The President's Daily Brief', yang kini sudah bisa diakses publik setelah 50 tahun, karena aturan dalam UU Kebebasan Informasi di Amerika. Peristiwa G30S/PKI juga tidak luput dalam pantauan mereka.

Gerakan 30 September 1965 adalah momen tragedi di Indonesia. Pada 1 Oktober 1965 pagi, bisa dibilang rakyat Indonesia belum tahu ada kejadian serius pada malam sebelumnya.

Momen Krusial! Ini Pantauan CIA Saat Kejadian G30S/PKIDokumen CIA tanggal 1 Oktober 1965 (Muhammad Ridho/detikcom)

Seperti saat detikcom mengakses 'The President's Daily Brief', Selasa (26/9/2017), di situ tertulis betapa CIA dengan cepat melaporkan kepada Presiden Johnson ada sejumlah jenderal diculik dan dibunuh di Indonesia. CIA menyebutkan itu adalah hari yang membingungkan. Sayang, ada informasi penting yang disensor.

Di dokumen ini terungkap, CIA menduga Sukarno punya peran. Keunikan lain adalah CIA menyebut langkah yang diambil Mayjen Soeharto sebagai countercoup. Bahkan CIA sudah memprediksi akan ada bentrok senjata antara Angkatan Darat dan PKI setelah 1 Oktober 1965.

Berikut ini adalah laporan CIA kepada Presiden Lyndon B Johnson tertanggal 1 Oktober 1965:

1 OKTOBER 1965

Permainan kekuatan melawan pimpinan Angkatan Darat yang antikomunis telah diikuti oleh percobaan countercoup. Situasi semuanya membingungkan dan hasilnya masih meragukan.

Peran Sukarno, jika ada, dalam gerakan hari ini masih menjadi pertanyaan besar yang tidak terjawab. Kedua pihak mengklaim mereka setia kepada presiden dan melindungi dia. (KALIMAT DISENSOR).

Enam jenderal, termasuk Panglima Yani, sepertinya diculik oleh para pelaku asli. Setidaknya 2 jenderal telah dibunuh dan sisanya termasuk Yani dan Menteri Pertahanan Nasution terluka.

Momen Krusial! Ini Pantauan CIA Saat Kejadian G30S/PKISayang ada bagian yang disensor (Muhammad Ridho/detikcom)
Mayjen Soeharto memimpin countercoup beberapa jam kemudian. Dia mengambil alih radio Jakarta. (KALIMAT DISENSOR).

Tidak jelas bagaimana kelompok komunis di Indonesia akan bereaksi. Satu laporan menyebutkan PKI menyiapkan bentrok dengan Angkatan Darat dalam beberapa hari ke depan. Angkatan Darat juga berupaya mengurangi kekuatan Komunis mumpung masih ada kesempatan.

Semua bergantung kondisi Sukarno. Kalau dia meninggal, atau cacat serius, perang saudara yang berdarah akan terjadi. Kemungkinan lain ada upaya dari pulau luar khususnya Sumatera untuk melepaskan diri dari dominasi Jawa.

Video kesaksian para pengangkat jenazah di Lubang Buaya



(fay/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed