Ketika Tagar #KamibersamapanglimaTNI Mencuat di Twitter

Erwin Dariyanto - detikNews
Selasa, 26 Sep 2017 15:38 WIB
Foto: dok. Puspen TNI
Jakarta - Sikap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang membuka informasi soal pembelian 5.000 pucuk senjata api oleh institusi di luar militer ramai dibahas di media sosial. Di jejaring Twitter sejak tiga hari lalu muncul tanda pagar (tagar) #kamibersamapanglima dan #kamibersamapanglimaTNI.

Akun @ardiannanda4 misalnya dalam statusnya, Selasa (26/9/2017), menulis, "Bersama Rakyat TNI Kuat, #KamiBersamaPanglimaTNI, #KamibersamaPanglima".

Akun @AdhyArifin ikut mempromokan tagar #KamiBersamaPanglimaTNI. "Sundul smpe Puncak RI1 #KamiBersamaPanglimaTNI," tulis akun @AdhyArifin yang dilihat detikcom, Selasa (26/9/2017).

Ketika Tagar #Kamibersamapanglima Mencuat di TwitterFoto: Twitter


Dalam catatan detikcom hari ini hingga pukul 15:35 WIB total tweet yang menggunakan hashtag #kamibersamapanglimatni sebanyak 1,524 tweets. Akun yang menggunakan tweets hashtag tersebut sebanyak 783 user. Adapun jumlah hashtag tersebut dilihat mencapai 3,449,246 kali.

Ketika Tagar #KamibersamapanglimaTNI Mencuat di TwitterFoto: Istimewa


Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Bandung, Muradi menyebut tak ada yang istimewa dari munculnya tagar tersebut. Pada zaman digital seperti sekarang ini, akun-akun media sosial bisa dibuat sesuai pesanan.

Jenderal Gatot juga disebut belum memiliki 'modal' politik yang kuat. Hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis awal bulan ini menunjukkan elektabilitas Gatot kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ridwan Kamil.

Masih menurut survei CSIS, Joko Widodo (Jokowi) tahun ini memimpin dalam hal elektabilitas, yakni sebesar 50,9 persen. Elektabilitas Jokowi terus naik cukup signifikan dari tahun 2015 sebesar 36,1 persen, dan pada 2016 menjadi 41,9 persen.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo pada 2017 sebesar 25,8 persen. Elektabilitas Prabowo mengalami stagnasi suara dari tahun 2015 sebesar 28 persen, dan pada 2016 menjadi 24,3 persen. Gatot Nurmantyo berada di jajaran nama baru sebagai kandidat calon presiden yang muncul.

Berikut ini elektabilitas Jenderal Gatot dibanding tokoh baru lainnya sebagai calon presiden.

Agus Harimurti Yudhoyono: 2,8 persen
Susilo Bambang Yudhoyono: 2,7 persen
Tri Rismaharini: 2,4 persen
Ridwan Kamil: 2,1 persen
Gatot Nurmantyo: 1,8 persen
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok): 1,3 persen
Anies Baswedan: 0,7 persen
Tidak menjawab/tidak tahu: 4,4 persen. (erd/jat)