DetikNews
Selasa 26 September 2017, 15:32 WIB

Djarot: Situs nikahsirri.com Merendahkan Perempuan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Djarot: Situs nikahsirri.com Merendahkan Perempuan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (Fida/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyesalkan adanya situs lelang keperawanan, nikahsirri.com. Djarot menyebut situs tersebut merendahkan martabat perempuan.

"Itu merendahkan perempuan. Itu kasarnya ya jual-beli keperawanan. Itu sangat merendahkan kaum perempuan," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/9/2017).

Djarot memuji inovasi teknologi yang digunakan pelaku pembuat situs tersebut. Namun ia menyesalkan penggunaan kecanggihan teknologi untuk mengeksploitasi perempuan.

"Sayang ya, dengan memanfaatkan kepandaian dia dalam merancang sistem teknologi informasi lewat. Inilah yang kalau menurut saya segera ditindak tegas. Karena itu merupakan eksploitasi, tidak boleh," tuturnya.

[Gambas:Video 20detik]

Situs nikahsirri.com tersebut milik Aris Wahyudi. Aris mengaku bahwa situs nikahsirri.com itu adalah sebagai sarana lelang perawan. Aris menepis bisnisnya itu merupakan bentuk kegiatan muncikari online. Aris mengaku sengaja membuat situs tersebut untuk menarik perhatian.

Aris memiliki cara unik untuk status lajang kliennya. Klien harus mencukupi umur dewasa untuk ikut lelang. Selain itu, klien perempuan harus menyertakan surat medis dan klien laki-lak ada prosedur sumpah pocong. Aris mengaku mengambil untung 20 persen untuk kegiatan operasional. Dia mengklaim sebagai fasilitator peserta lelang.

Situs nikahsirri.com menjadi buah bibir dan meresahkan masyarakat. Kepolisian kemudian bergerak menindaklanjuti informasi terkait adanya situs yang sudah mengarah ke pornografi serta eksploitasi perempuan dan anak itu.

Tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya akhirnya menangkap Aris di rumah kontrakannya, Jl Manggis No A91 RT 01/10 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada 24 Oktober 2017 pukul 02.30 WIB. Aris dijerat dengan UU ITE dan UU pornografi karena diduga menyediakan konten pornografi dalam situs tersebut.
(fdu/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed