Menimbang 3 Kader Golkar Merebut Posisi Gubernur Riau

Menimbang 3 Kader Golkar Merebut Posisi Gubernur Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 26 Sep 2017 15:38 WIB
Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Pekanbaru - Dalam Pemilihan Gubernur Riau 2018, ada tiga kader Golkar yang mengincar posisi orang nomor satu di Riau. Lantas siapakah yang punya akar rumput paling bagus?

Saat ini baru Partai Golkar yang memberikan rekomendasi untuk Pilgub Riau. DPP Golkar memberikan rekomendasi kepada Ketua DPD Golkar Riau Arsyadjuliandi 'Andi' Rachman yang juga menjabat Gubernur Riau.

Andi Rachman memang sudah melenggang lewat partai berlambang pohon beringin tersebut. Sedangkan dua kader lainnya yang juga mengincar jalur Golkar harus tersingkir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka yang tersingkir dari Golkar adalah Syamsuar, Ketua DPD Golkar Kabupaten Siak. Syamsuar, yang juga merupakan Bupati Siak, akan meramaikan bursa bakal calon Gubernur Riau dengan mencari partai lain. Nasib yang sama juga dialami M Harris, Bupati Pelalawan. Kader Golkar ini juga bakal mencari perahu lain.

Dari ketiga kader Golkar ini, lantas siapakah yang punya basis massa paling besar? Menurut pengamat politik dan pembangunan dari Universitas Riau Saiman Pakpahan, ketiganya berpotensi bertarung dalam pilgub mendatang. Untuk Andi Rachman, secara politik dinilai masih di bawah M Haris dan Syamsuar.

"Petahana secara politik elektabilitasnya saat ini tidak terlalu signifikan. Survei yang dilakukan internal partai dan lembaga independen kadang posisi Syamsuar di atas, dan kadang posisi M Harris di atas," kata Saiman.

Secara hitungan politik, katanya, Andi Rachman dinilai tidak memiliki akar rumput yang kuat. Ini karena posisi Gubernur Riau saat ini hanya menggantikan Annas Maamun, yang tersandung kasus hukum dugaan gratifikasi yang ditangkap KPK.

"Jadi hitungan politiknya, baru saat inilah Andi benar-benar terjun ke politik yang sesungguhnya. Sebelumnya, dia kan hanya wakil, sosok yang dijual dalam pilkada lalu itu Anas Maamun," kata Saiman.

Sedangkan M Harris, kata Saiman, sekalipun dua kali terpilih menjadi Bupati Pelalawan, hasilnya juga tidak maksimal. M Harris, dalam hasil pilkada lalu, hanya meraih 50,56 persen berhadapan dengan lawannya, yang meraih 49,43 persen.

"Harris memang menang, tapi kemenangannya sangat tipis sekali. Itu menunjukkan Harris juga ada masalah di mata masyarakat di Pelalawan. Hasil Harris selaku petahana sebenarnya tidak maksimal," kata Saiman.

Syamsuar, yang juga dua kali menjabat Bupati Siak, dianggap memiliki akar rumput yang kuat di wilayahnya. Ini bisa dibuktikan, Syamsuar meraih 59,60 persen.

"Secara politik, Syamsuar masih lebih baik dari kedua kader Golkar lainnya, yakni Andi Rachman dan M Harris. Tapi fakta politik juga, Andi Rachman-lah yang direkomendasikan DPP Golkar untuk pilgub mendatang. Saya menilai jago yang direkomendasikan DPP Golkar ini rapuh," tutup Saiman. (cha/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads