Bebaskan 3 WNI, Pemerintah Kirim Tim Khusus ke Filipina

Bebaskan 3 WNI, Pemerintah Kirim Tim Khusus ke Filipina

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2005 14:29 WIB
Jakarta - Setelah dikritik lambat, pemerintah akhirnya mengirim tim khusus ke Filipina untuk meningkatkan upaya pembebasan sandera tiga waga negara Indonesia (WNI) di negeri itu. Tim terdiri dari unsur Deplu, BIN, Polri dan Kementerian Polhukam. "Pagi ini pemerintah mengirimkan tim khusus untuk meningkatkan upaya pembebasan sandera ke Filipina," kata Juru Bicara Deplu Yuri Thamrin dalam media briefing di kantor Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Jumat (20/5/2005). Deplu memastikan 3 sandera yakni Erikson Hutagaol (23, asal Porsea), Ahmad Resmiadi (32, Jakarta), dan Yamin Labuso (26, Ternate) masih hidup. Kepastian itu diperoleh setelah KBRI di Manila berhasil melakukan komunikasi dengan Yamin Labuso. Pembicaraan KBRI Manila dengan Yamin dilakukan pada 18 dan 19 Mei 2005 lalu. Dari pembicaraan itu diperoleh informasi 2 sandera tengah sakit. Satu sandera kena diare dan satu lagi menderita malaria. Yamin mengaku penyandera bersenjata lengkap. Berapa jumlahnya Yamin tak bisa memastikan, namun dikatakan jumlahnya banyak. Para penyandera sering berpindah-pindah lokasi bahkan berpindah-pindah pulau. Para penyandera minta tebusan 3 juta ringgit pada Malaysia. Sedangkan kepada KBRI, penyandera meminta untuk tetap mengirimkan obat-obatan dan makanan. "Untuk obat-obatan KBRI telah mengirimkan melalui penghubung namun KBRI tak bisa menjamin apakah barang itu sampai ke sandera atau tidak. Untuk sampai ke sandera bukan persoalan mudah karena kendala medan, trasportasi, komunikasi dan izin dari pemerintah setempat," kata Yuri. Deplu minta perusahaan yang mempekerjakan 3 sandera itu untuk tak lepas tangan. Ketiga sandera bekerja sebagai awak kapal Malaysia, Bonggaya. Yuri juga mengungkapkan 5 anggota DPR akan ke Filipina pada 22 Mei 2005 mendatang. Mereka yakni Fanny Habibie, Ade Daud Nasution, Yudi Krisnandie, Ali Muchtar Ngabalin dan Usman Muhammad Al Hadar. KBRI di Manila akan membantu memfasilitasi DPR melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin Filipina. (iy/)


Berita Terkait