Tuntut Batalkan SK Kontroversial, Rektor UGM Didemo Lagi

Tuntut Batalkan SK Kontroversial, Rektor UGM Didemo Lagi

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2005 14:15 WIB
Yogyakarta - Kampus biru UGM masih bergejolak. Berbagai kebijakan Rektor UGM Sofian Effendi yang dinilai kontroversial ditentang mahasiswanya dan dituntut untuk segera dicabut.Kebijakan yang disorot mahasiswa adalah Surat Keputusan (SK) Biaya Operasional Pendidikan (BOP), SK Kenaikan Insentif bagi Pejabat Struktural, dan SK Pengadaan Mobil Dinas bagi 11 Pejabat Rektorat.Tuntutan pencabutan tersebut disampaikan ratusan mahasiswa UGM yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa UGM. Mereka melakukan aksinya di Gedung Rektorat Balairung UGM, Jalan Kaliurang, Yogyakarta, Jumat (20/5/2005).Selain menuntut pencabutan SK yang kontroversial itu, mahasiswa juga menuntut transparansi dan akuntabilitas keuangan UGM, dilibatkannya mahasiswa dalam pembuatan konsep ujian masuk UGM, serta mendesak pemerintah merealisasikan 20 persen anggaran pendidikan dari APBN dan APBD.Aksi ini juga diikuti berbagai mahasiswa di luar BEM UGM. Mereka memulai aksi dengan keliling kampus, dan berakhir di Balairung UGM. Beberapa poster antara lain bertuliskan "Tolak BHMN", "Selamatkan UGM" dan "Kasih ibu sepanjang jalan, kasih rektor sepanjang TPMA".BHMN merupakan singkatan dari Badan Hukum Milik Negara, sedangkan TPMA merupakan singkatan dari Tunjangan Peningkatan Mutu Akademik.Ratusan mahasiwa tersebut sempat memasuki Balairung, namun kemudian dihadang puluhan Satpam UGM yang melarang mahasiswa naik ke lantai dua, tempat rektor berkantor. Akhirnya mahasiswa hanya melakukan aksi dengan menggelar orasi di halaman Balairung.Dalam orasinya, mahasiswa menuntut rektor memperbaiki sistem UGM dan mencabut semua jenis pungutan yang ada di UGM. Mahasiswa juga menuntut rektor bertanggung jawab terhadap berbagai gejolak yang ada di UGM. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads