"Kami akan mengintegrasikan moda transportasi dan berorientasi untuk pembuka lapangan kerja. Kita ingin lapangan kerja yang terbuka di Jakarta itu hadir karena ada mobilitas yang lebih baik," kata Sandiaga di Universitas Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2017).
Sandi menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam diskusi Jakarta Research Public Policy (JRPP). Diskusi itu bertema 'Infrastruktur DKI Jakarta untuk Maju Kotanya Bahagia Warganya'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga Uno jadi pembicara diskusi di Jakarta Selatan. (Akhmad Mustaqim/ detikcom) |
Sandi mencontohkan ada beberapa transportasi massal yang berdekatan namun belum terkoneksi. Misalnya Transjakarta koridor 13 dengan Stasiun Kebayoran Lama.
"Ini Stasiun Kebayoran Lama yang sarat penumpang dan koridor 13 yang tidak terintegrasi. Alangkah baiknya kalau terkoneksi dengan baik," ucapnya.
Selain itu, menurutnya, transportasi massal dan sektor pariwisata perlu terkoneksi, terutama sektor pariwisata yang mempunyai nilai-nilai sejarah.
"Ini juga (kami) memikirkan integrasi tempat pariwisata. Ada Masjid Luar Batang, Kota Tua, Pelabuhan Sunda kelapa, rencananya nanti ada Stasiun Jembatan Tiga," ujar Sandi.
Dia berharap rencana integrasi itu bisa mulai dilakukan pada 2018, asalkan sejumlah pihak yang terlibat bisa duduk bersama.
"Tadi integrasi beberapa yang kita soroti itu mestinya nggak terlalu rumit. Ego sektoral dilepaskan demi untuk pelayanan masyarakat, PTKA, BUMN, BUMD, ada pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta. Ini yang harus kita duduk bersama bagaimana bisa menghadirkan infrastruktur bagi seluruh warga," ujarnya. (idh/idh)












































Sandiaga Uno jadi pembicara diskusi di Jakarta Selatan. (Akhmad Mustaqim/ detikcom)