Registrasi Peserta Kongres Partai Demokrat Ricuh
Jumat, 20 Mei 2005 13:24 WIB
Sanur -
Pembukaan belum dimulai. Namun kericuhan sudah terjadi menjelang pembukaan kongres I Partai Demokrat (PD) di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (20/5/2005).Kericuhan ini sebenarnya sudah diduga sejak awal. Yakni adanya peserta ganda dari DPC maupun DPD PD. Mereka yang tidak masuk dalam daftar peserta kongres memprotes panitia pelaksana kongres, dengan mendatangi meja registrasi yang ada di lobi Hotel Inna Grand Bali Beach.Awalnya, para utusan dari DPC PD Nias Selatan yang menghampiri meja registrasi. Ketua DPC Nias Selatan Ali Ozi Sokhi Fau memprotes panitia karena namanya tidak terdaftar dalam list peserta kongres. Ali Ozi dan para pendukungnya marah dan sempat terjadi aksi dorong dengan beberapa pengurus DPP PD yang mencoba memberikan penjelasan.Ali dan kawan-kawannya mengaku dirinya belum pernah diganti, sehingga berhak mengikuti kongres. Ia juga mengaku belum pernah terjadi pergantian kepengurusan di DPC Nias. Hal ini dibuktikan dengan adanya SK DPP PD yang ia pegang.Kericuhan juga terjadi saat delegasi dari DPD PD Sumatera Utara mendaftarkan diri. Ketua DPD PD Sumut Yusuf Perdamaian ditolak panitia saat mendaftarkan diri. Namanya tidak ada dalam daftar peserta. Dalam daftar peserta, yang tercatat sebagai utusan dari Sumut adalah Tawar Nainggolan. Akibatnya adu mulut tak terelakkan. Beberapa pendukung Yusuf Perdamaian teriak-teriak dan sempat terjadi aksi saling dorong dengan panitia. Salah seorang pendukung Yusuf Perdamaian naik ke atas meja, merobek-robek koran yang ada di atas meja. "Kita adalah yang sah. Kita pengurus sah," katanya.Beberapa saat kemudian Ketua Pelaksana Kongres Sys NS turun tangan. Ia mengajak mereka masuk ke salah satu ruangan di lantai 2 hotel. Setelah beberapa saat, Sys NS keluar dan memberikan penjelasan kepada para utusan di tangga yang menghubungkan lantai satu dengan lantai 2.Sys NS menjelaskan, permasalahn adanya peserta ganda sebentar lagi akan diselesaikan oleh deklarator PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Mohon kepada semua untuk tenang, jangan buat keributan, jaga Partai Demokrat, jaga Pak SBY," kata Sys yang disambut teriakan, "Hidup SBY".
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































