DetikNews
Selasa 26 September 2017, 07:12 WIB

Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Jumlah Pengungsi Makin Bertambah

Yulida Medistiara - detikNews
Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Jumlah Pengungsi Makin Bertambah Ilustrasi Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta - BNPB melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Agung semakin meningkat. Jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Agung di Bali pun bertambah menjadi 57.418 jiwa.

BNPB menyatakan, pergerakan magma ke permukaan semakin meningkat yang mengindikasikan magma terus bergerak ke permukaan. Indikasi ini terlihat dari meningkatnya frekuensi gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik lokal.

Berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunung Agung PVMBG, jumlah gempa vulkanik terjadi 564 kali, gempa vulkanik dangkal 547 kali dan gempa tektonik lokal 89 kali pada Senin (25/9) kemarin. Jumlah kejadian gempa ini lebih besar daripada sebelumnya.

Kepala Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Gunung Agung saat ini memasuki fase kritis. Meskipun telah dinyatakan status gunung di level Awas, tetapi bukan jaminan akan meletus.

"Meski sudah dinyatakan status Awas (level IV) sejak 22/9/2017, bukan jaminan akan pasti meletus. Tergantung pada kekuatan dorongan magma. Jika kekuatan dorongan besar dan mampu menjebol sumbat lava maka akan terjadi letusan. Peluang terjadi letusan cukup besar. Namun tidak dapat dipastikan kapan meletus. Sampai saat ini Gunung Agung belum meletus," kata Sutopo dalam keterangannya, Selasa (26/9/2017).

Radius berbahaya yang ditetapkan masih di radius 9 km dan tambahan 12 km di sektor utara-timur laut dan 12 km di sektor tenggara-selatan-baratdaya. Zona tersebut harus dikosongkan.

Sutopo mengatakan, sebagian besar masyarakat di zona tersebut telah mengungsi. Jumlah pengungsi hingga Selasa (26/9) pagi sebanyak 57.428 jiwa di 357 titik yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali. Sebaran jumlah pengungsi itu adalah sebagai berikut:

1. Kabupaten Badung 3 titik (328 jiwa).
2. Kabupaten Bangli 28 titik (4.690 jiwa).
3. Kabupaten Buleleng 24 titik (8.518 jiwa).
4. Kota Denpasar 26 titik (2.212 jiwa).
5. Kabupaten Gianyar 9 titik (137 jiwa).
6. Jembrana 4 titik (82 jiwa).
7. Kabupaten Karangasem 84 titik (21.280 jiwa).
8. Kabupaten Klungkung 162 titik (19.456 jiwa).
9. Kabupaten Tabanan 17 titik (715 jiwa).

Hingga kini, penangan pengungsi terus dilakukan. Gubernur Bali I Made Mangku Pastika telah menetapkan penanganan darurat dan pengungsi menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali. Diikuti juga Bupati dan wali kota bertanggung jawab melakukan penanganan bencana di daerahnya.

[Gambas:Video 20detik]


BNPB mengkoordinasikan sinergitas kementerian/lembaga nasional dari TNI, Polri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Basarnas, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan dan lainnya untuk mendampingi pemerintah daerah.

"Kepala BNPB dan pejabat BNPB beserta staf masih berada di Posko Pendampingan Nasional di Bali untuk mengkoordinasi potensi nasional membantu pemda hingga kini. Presiden pada Selasa (26/9) akan mengunjungi beberapa titik pengungsian dan memberikan bantuan," ucap Sutopo.

"Bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan, seperti modal sosial dan gotong royong masyarakat Bali luar biasa besar. Masyarakat secara spontan memberikan bantuan kepada pengungsi," imbuhnya.

Menurut Sutopo, banyak pihak yang menyediakan rumahnya menjadi tempat pengungsi. Selain itu juga membantu evakuasi sapi dan menyediakan lahan untuk tempat pengungsian sapi.

"Bantuan makanan dan dapur umum didirikan serta mendistribusikan ke masyarakat. Konsep 'sister village' atau desa kembar langsung dipraktikkan saat ribuan masyarakat mengungsi di mana desa-desa yang aman menerima pengungsi dari desa-desa yang berbahaya," tutur Sutopo.

"Ketangguhan masyatakat Bali ini harus diapresiasi. Jangan dilemahkan dengan berita atau informasi tentang keterlambatan bantuan, kekurangan bantuan atau menyebarkan informasi menyesatkan," sambungnya.

VIDEO 20detik: Warga Enggan Mengungsi Karena Berat Tinggalkan Ternak
(yld/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed