Bebaskan 3 Sandera WNI, DPR akan Minta Bantuan Misuari

Bebaskan 3 Sandera WNI, DPR akan Minta Bantuan Misuari

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2005 12:52 WIB
Jakarta - Tak sabar dengan upaya pemerintah, tim DPR akan ke Filipina pada 23 Mei 2005. Di sana, tim DPR akan melobi pimpinan kelompok Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari untuk membebaskan tiga nelayan Indonesia yang telah 51 hari disandera di Filipina. "Kita akan berusaha menemui saksi dari Misuari karena kelihatannya penculikan ini terkait dengan dia. Saya memiliki hubungan baik dengan Misuari karena saya dulu yang membawanya ke Indonesia tahun 1995," kata salah satu anggota tim DPR yang akan ke Filipina, Ade Daud Nasution.Ade menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5/2005). Tim DPR yang akan ke Filipina berjumlah 5 orang. Selain Ade, anggota tim lainnya yakni Fanni Habibie (FPD), Ali Muchtar Ngabalin (FBPD), Usamah M Al Hadar (FPPP), dan Yudi Chrisnandie (FPG).Tim DPR menilai upaya yang dilakukan pemerintah untuk membebaskan 3 sandera itu terlampau lambat. DPR menyesalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru menelepon Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo dua hari lalu. Padahal Ahmad Resmiadi, Erikson Hutagaol dan Yamin Labuso disandera Jammi Al Islamiah Mindanao Selatan sejak 30 Maret 2005 lalu. "Kami melihat Deplu lambat. Kami juga kaget kenapa SBY baru menelepon Arroyo dua hari lalu. Padahal mereka sudah lama ditahan," kata Ade. Ade menegaskan, upaya yang ditempuh tim DPR tidak akan tumpang tindih dengan langkah yang diambil pemerintah. Di Filipina nanti, tim akan melakukan jamuan makan malam dengan Menteri Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Norberto Gonzales pada Senin malam, 23 Mei 2005."Kita juga akan berusaha bertemu Arroyo dan ke Filipina Selatan. Mudah-mudahan hubungan interpersonal ini bisa membantu membebaskan mereka," kata Ade. Yudi menambahkan, tim DPR akan melakukan pendekatan agama dan kultural untuk membebaskan 3 nelayan tersebut. Tim DPR menargetkan minimal bisa mengetahui kondisi Erikson cs. "Mudah-mudahan kita bisa berjumpa dan membebaskan mereka," kata Yudi. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads