SBY: Awasi Pilkada dan Jangan Jadi Bangsa Pemarah

SBY: Awasi Pilkada dan Jangan Jadi Bangsa Pemarah

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2005 12:46 WIB
Jakarta - Gontok-gontokan menjelang Pilkada lagi ngetren-ngetrennya. Presiden SBY pun meminta agar rakyat jangan jadi bangsa pemarah, namun tetap mengawasi jalannya Pilkada."Jangan jadi bangsa yang pemarah. Jadilah bangsa yang teduh dan menyelesaikan masalah secara damai," imbau SBY.Hal itu disampaikan dia dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-97 di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (20/5/2005)."Rakyat Indonesia harus menjadi bangsa yang optimis, tidak malas, percaya diri, tidak memperolok-olok diri sendiri," ujar SBY.Dia berharap agar proses Pilkada berjalan demokratis, tidak ada kecurangan. Jika terjadi kecurangan, akan merusak citra bangsa Indonesia yang selama ini telah dikenal sebagai negara yang demokratis."Saya menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengikuti dan mengawasi pelaksanaan Pilkada agar berlangsung secara tertib, aman dan damai," kata SBY.Menurut dia, bangsa yang pesimis itu bila melihat sesuatu, akan menyatakan banyak sekali persoalan yang dihadapi. Sedangkan bangsa yang optimis akan mengatakan masalah yang dihadapi pasti bisa diselesaikan semua.SBY juga meminta dukungan kepada rakyat Indonesia dalam upaya pemberantasan korupsi secara intensif. Jika pemberantasan dapat dilakukan dengan baik, maka uang negara dapat terselamatkan dan rakyat akan semakin makmur.Acara peringatan Harkitnas hari ini bertema "Dengan jiwa dan semangat Kebangkitan Nasional, kita bangun Indonesia bersatu dengan demokratis, berbudaya dan bebas KKN".Acara dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu, antara lain Menkominfo Sofyan Djalil, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Alwi Shihab, Menhan Juwono Sudarsono, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Kepala BIN Syamsir Siregar, dan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki.Peringatan Harkitnas juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi yang kabarnya ditulis oleh SBY. Puisi berjudul "Menang dan Reformasi" itu dibacakan oleh Iman Soleh.Presiden juga dijadwalkan akan mengadakan telewicara dengan perwakilan guru berprestasi di daerah terpencil dan prajurit di perbatasan, seperti di Papua, Sulawesi Utara, Maluku, dan NTT. Tetapi karena hambatan teknis, telewicara hanya berlangsung dengan daerah Papua.Wakil Presiden Jusuf Kalla yang semula dijadwalkan menghadiri acara ini urung datang. Kalla membuka Rakernas II Himpunan Wanita Karya di Hotel Kartika Chandra pukul 09.30 WIB. (dni/)


Berita Terkait