DetikNews
Senin 25 September 2017, 13:41 WIB

Artidjo dkk Bebaskan Sopir 50 Kg Ganja Rully Irawan

Andi Saputra - detikNews
Artidjo dkk Bebaskan Sopir 50 Kg Ganja Rully Irawan Artidjo Alkostar (ari/detikcom)
Jakarta - Artidjo Alkostar dkk membebaskan Rully Irawan dari tuntutan 20 tahun penjara. Rully dinilai tidak bersalah terkait kasus 50 kg ganja karena di bawah tekanan Serda TNI Bahri Subuh.

Kasus bermula saat Rully ditelepon Bahri pada 6 Oktober 2015 siang. Bahri meminta Rully menemaninya ke Ciawi, Bogor, bersama Kopka TNI Muhali.

Sekitar pukul 21.00 WIB, mereka bertiga ke Ciawi menggunakan Nissan Grand Livina. Sepanjang perjalanan, Bahri bolak-balik menelepon seseorang.

Saat tengah malam, mobil itu berhenti di pom bensin Parung Kuda, Sukabumi. Tidak berapa lama, datang dua orang bersepeda motor membawa dua karung bungkusan. Sejurus kemudian, dua karung itu berpindah ke mobil.

"Apa itu, Pak?" tanya Rully.

"Ganja," jawab Bahri.

Sejam kemudian, mobil itu terjaring razia Dirnarkoba Mabes Polri di Jalan Raya Tajur, Bogor. Ketiganya diperiksa dan diproses.

Pada 6 Juni 2016, Pengadilan Negeri Bogor memutuskan Rully tidak bersalah dan membebaskannya. Jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi sesuai tuntutan semula, yaitu agar Rully dipenjara selama 20 tahun. Apa kata MA?

"Menolak permohonan kasasi jaksa," demikian lansir panitera MA, Senin (25/9/2017).

Duduk sebagai ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota Surya Jaya dan Sri Murwahyuni. Ketiganya yakin Rully tidak tahu sama sekali Bahri akan mengangkut ganja 50 kg. Rully diajak Bahri dengan alasan menemani menemui keluarganya.

"Terdakwa pasrah dan tidak berkemampuan lagi untuk melawan Bahri Subuh, yang menggunakan pakaian dinas seragam lengkap dan membawa airsoft gun serta magasin," ucap majelis hakim dengan suara bulat.

Sepanjang perjalanan, Rully dalam rasa ketakutan mengingat bahaya yang akan timbul. Dalam penangkapan tersebut, Rully dan Muhali bukan target operasi.

"Sesuai asas hukum pidana yang dijunjung tinggi dan pegangan teguh dalam dunia peradilan bahwa seseorang tidak dapat dihukum apabila tidak terbukti melakukan kesalahan," putus majelis dengan suara bulat.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed