"Kita jamin mereka pasti akan sekolah kembali, pendataan anak-anak berusia sekolah sedang berjalan, dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK, semua akan sekolah," kata Suwirta saat dihubungi, Minggu (24/9/2017).
Jaminan pendidikan ini untuk anak-anak pengungsian yang berada di GOR Swacepura Klungkung. Data sementara menunjukkan anak-anak berusia TK mendominasi di pos pengungsian induk tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk anak-anak SD hingga SMA akan disediakan transportasi dari pengungsian ke gedung-gedung sekolah yang sudah ditentukan. Transportasi itu akan melayani mereka secara gratis.
"Kebetulan kami di Kabupaten Klungkung memang memiliki program angkutan gratis untuk pelajar. Untuk SMA dan SMK kita gunakan sistem brother school. Artinya, siswa SMK dan SMA yang punya sepeda motor akan membonceng satu siswa di pengungsian untuk mengajak ke sekolah. Ini memang sudah kita siapkan sedemikian rupa, sehingga tidak ada yang tidak sekolah," ucap Suwirta.
Pusat informasi Pos Pengungsian Klungkung mencatat ada 6.366 anak-anak berusia TK, 1.081 anak-anak berusia SD, 549 anak-anak berusia SMP dan 468 anak-anak berusia SMA. Jumlah seluruh pengungsi hingga pukul 15.30 WITa telah mencapai 13.468 jiwa. (vid/fjp)











































