Saat musim bertelur, bagian selatan Ujung Kulon pantai Karangranjang dan bagian barat di Cirame menjadi habitat penyu hijau, penyu belimbing dan jenis penyu sisik. Meskipun pendataan jumlah belum dilakukan, setiap musim bertelur, lokasi tersebut menjadi favorit penyu.
Pada Sabtu (16/9) lalu, sebanyak 17 anak penyu (tukik) jenis penyu hijau dan sisik dilahirkan di pantai Karangranjang. Dalam rangka Hari Badak Sedunia dan upaya konservasi satwa di Ujung Kulon, 17 tukik dilepasliarkan di pantai Cidaon.
"Ini adalah membuktikan bahwa konservasi penyu ini dilakukan di Ujung Kulon. Bukan hanya banteng dan badak," kata Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat, Pandeglang, Minggu (24/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain gangguan pencurian, predator babi hutan, biawak dan semut merah kadang menjadi ancaman kelahiran penyu. Hal itulah yang menjadi alasan satuan Turtle Monitoring Unit dibentuk oleh balai taman nasional.
"Penyu bisa bermigrasi bahkan lintas negara, tapi secara teori ketika dilepaskan di sini, penyu akan kembali bertelur di Ujung Kulon," katanya.
Selain itu, pengelolaan dan konservasi populasi hewan khususnya badak Jawa di Ujung Kolon tahun ini mengalami peningkatan. Jumlah minimal badak yang terdata oleh pihak balai tercatat 67 individu. Sepanjang 2016 lalu juga ditemukan 4 anak badak yang lahir bernama Prabu, Manggala, Mayang, dan Irna. (bri/knv)











































