"Terpisah saat perjalanan mengungsi, karena Dusun Keladian, Rencang, Karangasem, masuk zona merah," kata Merta ssat dihubungi, Minggu (24/9/2017).
Merta mengungsi ketika status Gunung Agung naik dari Siaga menjadi Awas pada Jumat (22/9) malam. Tak lama, Ia mengajak kedua anaknya dan Ni Made Sasih (30) istrinya untuk mengungsi menggunakan sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/9) kemarin, dan Merta menduga istri serta anak-anaknya diajak petugas tanggap darurat bencana ke lokasi pengungsian. Namun, Merta tak tahu pos pengungsian mana yang dituju.
"Saya cari ke semua pos pengungsian. Saya tidur di pos ronda. Saya lalu menuju Bangli Kota. Di sana saya dengar katanya ada ibu dengan dua anak terpisah dari suaminya. Saya langsung cari ke pengungsian di Bangli," ucap Merta.
Informasi keberadaan istri dan anak-anaknya itu didapatkan Merta dari media sosial. Akhirnya ia menemukan orang-orang yang dicintainya dalam kondisi sehat.
"Saya langsung peluk mereka. Ya sudah, kita nangis sama-sama," ungkap Merta.
Kisah terpisahnya Merta dengan istri dan dua anaknya masih viral di media sosial. Lalu Merta menginformasikan ke jajaran Polres Karangasem, bahwa istri dan anak-anaknya sudah bersamanya sehingga diharapkan warganet tidak lagi menyebarkan kisah terpisahnya Merta dan keluarga.
(vid/fjp)











































