Pemandu Karaoke di Tangerang Tewas karena Sakit Lambung

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Sabtu, 23 Sep 2017 13:14 WIB
Barang bukti obat yang ditemukan polisi yang diduga dikonsumsi rutin Echi karena memiliki penyakit lambung. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Barang bukti obat yang ditemukan polisi yang diduga dikonsumsi rutin Echi karena memiliki penyakit lambung. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Tangerang Selatan - Polisi menyelidiki tewasnya pemandu karaoke bernama Suheti alias Echi (25). Ada sembilan saksi yang diperiksa terkait tewasnya Echi.

"Kami melakukan penyelidikan bagaimana wanita itu meninggal dunia. Kami melakukan pemeriksaan 7 orang saksi, bahkan ada 2 lagi. Jadi total 9 saksi mulai dari dokter penanganan, manajer tempat hiburan tersebut, dan rekan-rekannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Selatan AKP A Alexander di Mapolres Tangerang Selatan, Sabtu (23/9/2017).

Berdasarkan hasil visum yang dilakukan pihak kepolisian, tak ditemukan bekas kekerasan di tubuh Echi. Selain itu, tak ditemukan zat berbahaya di dalam tubuhnya.


"Sehingga kami dapat keterangan dari dokter yang menangani di UGD RS Medika bahwa almarhum meninggal pada pukul 16.00 WIB. Yang bersangkutan meninggal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tidak ditemui zat yang mencurigakan, jadi masih normal," ujarnya.

Pihak keluarga dan pacar Echi menolak dilakukan autopsi. Akhirnya, tim dokter hanya melakukan visum luar dan dinyatakan terjadi gagal fungsi organ dalam.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, yang bersangkutan meninggal tidak ditemukan tanda kekerasan. Dicek liur dan darah tak ditemui zat mencurigakan," ucap dia.


Atas keterangan tersebut, polisi lalu membagi tim dan melakukan penggeledahan di kamar kos Echi di Jl Lengkong Gudang Timur 4 No 16A, Kota Tanggerang Selatan. Hasilnya ditemukan beberapa obat untuk mengatasi sakit lambung.

"Ada tim yang lakukan penggeledahan tempat tinggal berbayar, atau kos-kosan di Serpong. Atas izin pemilik kompleks, kami temukan obat Omeprazol, Mefinal, dan Ranitidine," tuturnya.

Di kamar kos Echi tersebut, polisi menemukan kamera CCTV. Dalam rekaman CCTV, diketahui jam datang dan pergi Echi sebelum mengalami sakit perut dan dibawa ke RS Medika.


"Pada 01.40 WIB, terlihat jelas bahwa yang bersangkutan diantar oleh dua orang berinisial I dan N. Pada waktu itu yang bersangkutan dalam kondisi sehat. Dalam CCTV juga yang bersangkutan jalan seperti biasa," katanya.

"Lalu terekam juga di CCTV 14.46 WIB, yang bersangkutan terlihat di CCTV mengarah ke luar, kemudian dijemput mobil saudara MF. Pada waktu itu, yang bersangkutan menghubungi MF karena lapar. Kemudian, 45 menit, di dalam perjalanan dikeluhkan karena perutnya sakit almarhum. Kebetulan terdekat ada RS Medika, maka langsung ke sana. Karena pada saat itu lapar, belum makan, sakit dan ke RS Medika," ujarnya.

Saat ini korban telah dimakamkan di kampung halaman di Desa Kedung Sari, Kecamatan Rowosari Waleri, Kendal, Jawa Tengah. "Pihak keluarga telah menerima kematian almarhumah sebagai musibah karena tahu bahwa almarhumah memang telah lama menderita sakit di bagian lambung," tuturnya. (jbr/jbr)