DetikNews
Sabtu 23 September 2017, 06:40 WIB

Viral Permen PCC Dikonsumsi Siswa SD di Ambarawa, Polisi: Itu Hoax

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Viral Permen PCC Dikonsumsi Siswa SD di Ambarawa, Polisi: Itu Hoax Foto: Arbi Anugrah
Semarang - Informasi peredaran permen mengandung PCC dan dikonsumsi siswa SD menyebar di media sosial. Kepolisian lalu menindaklanjuti kabar itu dan mengetahui informasi yang viral tersebut merupakan hoax.

"Mohon perhatian untuk stakeholder terkait, terinformasi bahwa telah beredar permen susu mengandung PCC dan sudah beredar di Ambarawa sasarannya adalah sekolah-sekolah dan dijual Rp. 2.000 dapet 1 renteng. Mohon di share di grup-grup yang ada untuk kewaspadaan dan proteksi terhadap anak-anak generasi bagi sekolah-sekolah," begitu bunyi salah satu informasiyang tersebar via WhatsApp.

Selain itu ada pula beberapa informasi serupa dengan bahasa yang berbeda namun dengan maksud inti yang sama. Atas informasi tersebut, kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah melakukan kroscek dan ternyata tidak ditemukan peristiwa tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Lukas Akbar mengatakan timnya sudah ke Ambarawa, Kabupaten Semarang bersama personel BPOM. Sejumlah SD didatangi termasuk menanyai para siswa.

"Itu merespon berita yang viral bahwa permen tersebut mengandung PCC," kata Lukas kepada detikcom.

Informasi lain menyebutkan permen yang disebut mengandung PCC itu berbentuk hewan. Dari hasil kepolisian mendatangi sejumlah SD di Ambarawa, permen susu berbentuk hewan yang dimaksud dibeli seharga Rp 500 dan tidak menimbulkan efek samping.

Selain itu setelah dicek kode produk oleh BPOM, ternyata tercatat dan diproduksi di Jakarta. Foto permen berwarna putih berbentuk hewan pun turut tersebar beserta informasi hoax tersebut.

Petugas juga sudah berusaha mencari permen yang disebut mengandung PCC di Pasar Projo Ambarawa dan ternyata hasilnya nihil. Koordinasi kembali dilakukan dengan Polsek Ambarawa untuk memantau jika ada peredaran PCC di sana.

"Itu berita awal yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan ke BPOM dan lapangan," terang Lukas.

Lukas menjelaskan, informasi yang menyebar itu bermula dari pengungkapan pabrik PCC di Banyumas hari Selasa (19/9) lalu. Informasi hoax tersebut juga ada yang diselipkan dalam informasi pengungkapan pabrik PCC sehingga seolah benar terjadi.

"Jadi yang Ambarawa hoax, yang Banyumas (penggerebekan pabrik PCC) betul, sudah beberapa hari lalu dan sudah dimuat di media massa," imbuhnya.



(alg/adf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed