DetikNews
Sabtu 23 September 2017, 04:51 WIB

Karakter Erupsi Gunung Agung Disebut Lebih Besar dari Merapi di 2010

Prins David Saut - detikNews
Karakter Erupsi Gunung Agung Disebut Lebih Besar dari Merapi di 2010 Gunung Agung (Foto: Dok. BNPB)
Bali - Pakar Vulkanologi, Surono, mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau Pos Pantau Gunung Agung. Surono sempat menggambarkan karakter erupsi gunung berapi yang berstatus awas tersebut.

"Karakter Gunung Agung letusannya tidak pernah kecil," kata Surono di Pos Pantau Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (22/9/2017) malam.

Walau tidak menjabarkan secara teknis karakter gunung berapi setinggi 3.142 Mdpl itu, Surono memberikan perbandingan dengan Gunung Merapi di Yogyakarta. Menurut Surono, erupsi Gunung Agung selalu lebih besar dari Gunung Merapi.

"Paling tidak, lebih besar dari erupsi Merapi pada tahun 2010 lalu. Kalau lebih besar maka lebih dari 150 juta meter kubik (material vulkanik)," ujar pria yang akrab disapa Mbah Rono itu.

Pakar Vulkanologi memberikan penjelasan kepada Menteri ESDM Ignasius JonanPakar Vulkanologi memberikan penjelasan kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan Foto: Pakar Vulkanologi, Kisbani mendampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan (Prins David Saut/detikcom)

Teori Mbah Rono itu diperkuat dengan keputusan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani yang menyatakan pos pantau akan dipindah menjauhi Gunung Agung. Walau pos pantau di Rendang berada di jarak sekira 12 Km dari kawah, Kasbani menyatakan cakupan material vulkanik diprediksi cukup jauh.

"Ini (pos pantau) jaranya 12 Km, bahaya itu, utamanya abu vulkanik, lontaran terlalu jauh. Tapi kalau letusan semakin besar, karena pemantauan harus terus jalan, ini (pos pantau) akan kita geser lebih jauh," ucap Kasbani di lokasi yang sama.


Kasbani menyatakan telah ditentukan lokasi baru untuk pos pantau Gunung Agung di selatan Rendang. Ia memperkirakan jarak lokasi pos pantau yang baru sekitar 50 Km dari Rendang.

"Sudah disiagakan lokasi baru ke arah selatan sekitar 50 Km dari sini. Semakin jauh, semakin aman. Supaya kita bebas abu dan lainnya, kita harus terus bekerja," ungkap Kasbani.

Informasi yang dihimpun menyebutkan erupsi Gunung Merapi mulai terjadi pada 26 Oktober 2010 pukul 17.02 WIB. Letusan dari erupsi itu menyemburkan material vulkanik hingga 1,5 Km ke langit.
(vid/adf)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed