Karena medan yang cukup berat dan mobil damkar tidak dapat mencapai ke lokasi, petugas gabungan dari Polsek Paseh, Pawas Polres Bandung, Koramil Paseh, Unit Pol PP kecamatan, Perhutani, BPBD, LMDH, Desa Karang Tunggal dan warga memadamkan api dengan alat seadanya.
"Kami padamkan api menggunakan tongkat, cangkul dan dipukul-pukul. Selain itu kami juga membuat parit supaya api jangan sampai meluas," kata ditemui detikcom di Mapolsek Paseh, Jalan Cipaku, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/9/2017) dinihari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurniawan mengungkapkan, kebakaran lahan tersebut terjadi Jumat (22/9) sekitar Pukul 13.00 WIB. Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh buruh (penyadap getah pinus) Amas (50).
"Saksi hanya melihat tiba-tiba asap mengepul berwarna hitam pekat membakar ilalang dan saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kami. Mendapat laporan tersebut kami langsung tinjau ke lokasi," ungkapnya.
Pantauan detikcom dari radius 10 kilometer, titik-titik api yang sebelumnya banyak kini sedikit berkurang.
Kurniawan menuturkan, ia bersama petugas gabungan mengaku kesulitan untuk memadamkan api. Pasalnya, pada saat kebakaran terjadi api membakar lahan seluas dua hektra dengan api membentuk lingkaran.
"Karena lokasi kebakarannya miring, jadi api itu tidak meluas kepinggir tapi malah membentuk lingkaran dan itu yang membuat kami kesulitan pasalnya api terus berputar," tuturnya.
Pada kejadian tersebut tidak ditemukan korban jiwa. Karena api belum padam, petugas gabungan masih berjaga-jaga di TKP.
"Saya akan tinjau lagi nanti pagi," pungkasnya. (jor/jor)











































