DetikNews
Sabtu 23 September 2017, 00:50 WIB

Pemandu Karaoke di Tangsel Diduga Tewas Usai Temani Tamu

Mei Amelia R - detikNews
Pemandu Karaoke di Tangsel Diduga Tewas Usai Temani Tamu Ilustrasi (Rachman Haryanto/detikcom)
Tangerang Selatan - Seorang pemandu karaoke di sebuah tempat hiburan malam di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan, diduga tewas setelah menemani tamu. Belum diketahui penyebab kematian wanita bernama panggilan Echi itu.

Kapolsek Serpong Kompol Deddy Kurniawan membenarkan peristiwa kematian Echi ini. Hanya, Deddy belum bisa memastikan penyebab dan kronologi kematian korban yang mendetil.

"Saya menerima informasi dari wartawan juga, sekitar pukul 01.00 WIB tadi. Kemudian saya meminta Kanit Reskrim mengecek informasi tersebut," ujar Deddy saat dihubungi detikcom, Jumat (22/9/2017).

Menurut Deddy, anak buahnya itu telah mengecek informasi hingga ke Rumah Sakit Baiturahman, tetapi wanita yang dimaksud tidak ada. Selanjutnya, anggotanya juga mengecek ke Rumah Sakit Medika.

"Di RS Medika dicek, memang ada perempuan atas nama Echi meninggal sekitar jam empat sore (Kamis, 21 September), dalam kondisi perutnya, menurut dokter, pernah maag sehingga saat itu meninggal," terang Deddy.

Sayangnya, pihak kepolisian juga tidak bisa mengecek kondisi jenazah. Sebab, ketika polisi tiba, jenazah Echi sudah dibawa ke kampung halamannya di Kendal, Jawa Tengah.

"Untuk memastikan penyebab kematiannya, kita nggak tahu. Karena jenazahnya juga saat itu sudah dibawa ke Kendal," imbuhnya.

Menurut keterangan pihak rumah sakit, Echi datang sebelum pukul 16.00 WIB, Kamis (21/9) dengan diantar pacarnya dan dua orang temannya, yang salah satunya bernama Nana. Tidak lama setelah di rumah sakit, Echi mengembuskan napas terakhir.

"Korban meninggalnya Kamis sore, sementara kami baru menerima informasi itu dari wartawan sekitar pukul 01.00 WIB tadi," ucapnya.

Deddy membenarkan Echi adalah seorang pemandu karaoke di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Pihaknya juga telah meminta keterangan kepada manajer tempat Echi bekerja.

"Keterangan manajer, dia (Echi) jam 01.00 WIB hari Kamis itu keluar (dari tempat kerjanya). Ditanya sama manajernya, dia ngomong sama manajernya 'mau pulang'. Ditanya (oleh manajer) 'sehat nggak', jawabnya 'sehat'. Terus pulanglah ke apartemennya itu, sama temannya Nana itu," jelasnya.

Polisi juga sudah meminta keterangan kepada Nana, yang juga teman satu kamar Echi di Apartemen Green View. Nana juga memberikan informasi yang senada dengan manajer tempat karaoke.

"Keterangan Nana, Echi ini sakit maag juga. Kalau keluarga belum kita mintai keterangan, karena dia (Echi) kan ngekos di Grand View sama temannya Nana itu, pemandu karaoke juga Nana itu," lanjutnya.

Lebih jauh, Deddy juga belum bisa memastikan tamu terakhir Echi yang disebut-sebut adalah oknum polisi. "Keterangan manajernya, tamunya katanya orang Jakarta. Kalau itu polisi, kita nggak tahu. Manajer CC ngomong-nya hanya orang Jakarta," tuturnya.

Deddy mengaku kesulitan menyelidiki lebih jauh peristiwa ini. Minimnya informasi serta tidak adanya visum korban membuatnya kesulitan.

"Kalau disebut meninggal overdosis karena minum minuman, kita tidak bisa bilang begitu karena tidak ada dasarnya. Kami harus memvisum korban dulu agar tahu penyebab kematiannya, sedangkan jenazahnya sendiri sudah dibawa ke Kendal," tandasnya.
(mei/adf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed