Counselor Pensosbud KBRI Roma Charles F Hutapea mengatakan Syahrie meninggal pada Jumat, 22 September 2017, sekitar pukul 09.00 waktu Roma.
"KBRI Roma telah menyampaikan berita duka ini kepada pihak keluarga," kata Charles kepada detikcom, Jumat (22/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Charles, saat ini Koordinator Fungsi Konsuler dan Staf KBRI Roma sedang berada di Turin untuk keperluan mengurus jenazah Syahrie. "Proses pemulangan jenazah ke Indonesia dilakukan bersama dengan masyarakat Indonesia, PPI, dan KBRI London," kata Charles.
Meski demikian, Charles belum bisa memastikan kapan jenazah akan tiba di Tanah Air. Sebab, proses pemulangan jenazah memerlukan waktu beberapa hari.
"Proses pemulangan jenazah biasanya membutuhkan waktu beberapa hari," katanya.
Syahrie meninggal setelah mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Mont Blanc bersama seorang rekannya, mahasiswa asal China. Di tengah pendakian, Syahrie dan temannya diterjang oleh badai salju.
Selepas badai, Syahrie ditemukan sudah tak sadarkan diri. Dia langsung dievakuasi menggunakan helikopter ke rumah sakit.
Syahrie mengalami koma selama sepekan sebelum akhirnya meninggal pada Jumat (22/9). (jor/adf)











































