DetikNews
Jumat 22 September 2017, 22:14 WIB

PBNU Launching Pembukaan Munas dan Konbes 2017

Cici Marlina Rahayu - detikNews
PBNU Launching Pembukaan Munas dan Konbes 2017 Pembukaan Munas dan Konbes oleh PBNU (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaksanakan peluncuran serta pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama. PBNU akan membahas masalah-masalah keagamaan yang menyangkut kehidupan umat dan bangsa.

Kegiatan ini mengangkat tema 'Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga'. Rencananya, Munas dan Konbes akan diselenggarakan di Lombok, NTB, pada 23-25 November 2017. Keduanya merupakan forum musyawarah terbesar kedua setelah muktamar.

"Malam hari ini kita mengadakan launching Munas dan Konbes. Dulu tahun 1997 saya masih ingat dalam keadaan prihatin malah munas sukses, bahkan di antara keputusannya diperbolehkan perempuan menjadi pemimpin," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dalam sambutannya di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017).
PBNU Launching Pembukaan Munas dan Konbes 2017Pembukaan Munas dan Konbes oleh PBNU (Cici Marlina Rahayu/detikcom)

Menurut Said, dalam munas nanti akan diajarkan beberapa keputusan dengan sikap yang jelas dan tegas. Dalam munas tersebut akan dihidupkan kembali nilai-nilai Pancasila.

"Jadi munas inilah yang akan menghasilkan beberapa keputusan yang bermanfaat, saat kita membutuhkan sikap yang jelas dan tegas, peradaban budaya yang tidak keruan, moral akhlak tidak keruan, semua juga tidak jelas, harta nasionalisme juga tidak lagi menjadi kebanggaan. Sebagian, ini sangat mengkhawatirkan, dan sangat penting ini," jelas Said.

"Kita akan menghidupkan kembali senjata. Pancasila dulu kan doktrin, sekarang kita tunggu masukan dari berbagai kalangan, tentang pemahaman kedalaman Pancasila. Jadi kan kurikulum yang diajarkan dari TK sampai perguruan tinggi," sambungnya.

Munas akan membahas keputusan yang dibagi menjadi 3 kategori, yakni pembahasan masalah keagamaan aktual, pembahasan keagamaan tematik, dan pembahasan masalah keagamaan yang berkaitan dengan perundang-undangan.

Selain itu, konbes nanti rencananya dibagi menjadi dua komisi. Dua komisi tersebut dalam pembahasan khusus, yakni komisi program dan komisi rekomendasi.

"Tujuannya bagaimana membentengi negeri ini dari paham radikal. Terkait ujaran kebencian dan banyak konten negatif lainnya banyak di-read, produksi oleh masyarakat, khotbah Jumat yang mencaci maki, apalagi menyebut nama orang tidak sah," ucapnya.

PBNU Launching Pembukaan Munas dan Konbes 2017Pembukaan Munas dan Konbes oleh PBNU (Cici Marlina Rahayu/detikcom)

"Yang ketiga, rencana undang-undang etika berbangsa dan bernegara. Terkait tentang undang-undang KUHP, pembahasan KUHP yang baru penting untuk terus didorong, terlebih KUHP warisan. Rencana UU antiterorisme sudah sering didiskusikan ada pada saat ini, tidak efektif, padahal indikasi ancaman teroris mendeteksi jauh-jauh hari," tuturnya.

Acara launching ini dihadiri Pemimpin Besar (Rais Aam) PBNU Ma'ruf Amin, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, serta pemimpin-pemimpin PBNU lainnya. Launching ini ditandai dengan pemukulan beduk oleh Ketua Umum PBNU dan Rais Aam.
(cim/adf)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed