KLHK Siapkan Habitat Baru untuk Badak Jawa Selain di Ujung Kulon

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 22 Sep 2017 21:55 WIB
Foto: Bahtiar Rifai/detikcom
Pandeglang - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang menyiapkan habitat baru untuk badak Jawa selain di Ujung Kulon. Penambahan habitat badak ini dilakukan karena jumlah populasi yang semakin terancam di satu lokasi tertentu.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian KLHK Wiratno mengatakan rumah kedua habitat badak Jawa ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Kehutanan Tahun 2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak Indonesia 2007-2017. Rencana proses konservasi ini akan dilakukan selama 10 tahun untuk meningkatkan populasi badak Jawa sebanyak 20 persen.

"Program second habitat kita kaji bersama dan kemungkinan kerja sama di Sukabumi. Sedang dikaji WWF, di sana harus aman bagi satwa yang karismatik penting ini," kata Wiratno di Cilintang, kawasan Ujung Kulon, Sumur, Pandeglang, Jumat (22/9/2017).

Menurutnya, beberapa lokasi telah dipilih untuk menjadi lokasi habitat baru badak Jawa, di antaranya di Cagar Alam Leuweung Sancang di Garut, Suaka Margasatwa Cikepuh Sukabumi, Cagar Alam Rawa Danau di Serang, BKPH Cikeusing di Pandeglang, dan BKPH Malingping di Lebak.

"Kajian ini sedang dilakukan pengecekan bersama BKSDA Jawa Barat di Cikepuh. Di daerah tersebut memiliki karakteristik luas wilayah yang cukup, keamanan, dan pakan badak yang ada," tambahnya.

Di Taman Nasional Ujung Kulon, saat ini diketahui jumlah minimum badak Jawa sebanyak 67 ekor. Komposisi badak dengan jenis kelamin jantan 37 individu, 30 individu betina. Melalui 100 video camera trap yang dipasang, bisa diidentifikasi kelas umur anak badak sebanyak 13 individu dan remaja-dewasa sampai 54 individu. (bri/adf)