DetikNews
Jumat 22 September 2017, 21:42 WIB

Anak Badak yang Ditemukan di Ujung Kulon Diberi Nama Gelar Raja

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Anak Badak yang Ditemukan di Ujung Kulon Diberi Nama Gelar Raja Penandatangan pemberian nama pada 4 badak Jawa yang baru lahir di sepanjang 2016 oleh Wiratno, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian KLHK. (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Pandeglang - Empat anak badak Jawa diberi nama di peringatan Hari Badak Sedunia yang jatuh pada hari ini. Keempat badak tersebut ialah temuan terbaru sepanjang 2016.

Dua anak badak Jawa jantan dinamai Prabu dan Manggala. Prabu merupakan sebutan untuk raja, baginda, dan bisa juga memiliki arti raja yang kuat. Nama Manggala diambil dari tokoh kesultanan Banten 'Raden Manggala', yang merupakan putra ke-3 Sultan Muhammad Arif Zaenul Asyikin. Nama ini juga digunakan sebagai nama gedung di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sedangkan badak betina diberi nama Irna dan Mayang. Nama pertama diambil dari nama Bupati Pandeglang Irna Narulita sebagai 'Ibu Badak Jawa' dan atas permintaannya. Sedangkan Mayang diambil dari nama tokoh Pajajaran Nyai Kentring Manik Mayangsunda, yang merupakan istri Prabu Siliwangi. Nama ini juga merupakan salah satu nama sungai di Taman Nasional Ujung Kulon.


Pemberian nama kepada empat anak badak tersebut, menurut Wiratno dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian KLHK, berdasarkan kesepakatan semua pihak di Ujung Kulon. Ada banyak kerja sama yang dilakukan antara pihak balai dan komunitas masyarakat penyangga seperti daerah Sumur dan Cimanggu.

"Ini berdasarkan kerja sama kesepakatan bersama semua pihak. Ke depan, penamaan sudah saya usulkan kepada menteri," katanya setelah menandatangani penamaan empat anak badak Jawa di Cilintang, kawasan Ujung Kulon, Sumur, Pandeglang, Jumat (22/9/2017).

Kabar kelahiran badak ini, menurut Wiratno, juga merupakan kabar baik. Pada 2017, menurutnya, banyak sekali hewan yang lahir di lembaga-lembaga konservasi. Termasuk kelahiran Prabu, Manggala, Irna, dan Mayang.


Saat ini, badak Jawa merupakan spesies paling langka di antara lima spesies badak yang ada di dunia. Badak ini dikategorikan sebagai critically endangered dan masuk red list Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Natural Resources (IUCN).

Selain itu, badak Jawa terdaftar di Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah. Pemerintah Indonesia memasukkan satwa ini sebagai yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.
(bri/jbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed