DetikNews
Jumat 22 September 2017, 20:16 WIB

Kabar Baik, 4 Anak Badak Jawa Lahir di Ujung Kulon

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kabar Baik, 4 Anak Badak Jawa Lahir di Ujung Kulon Balai Taman Nasional Ujung Kulon yang jadi habitat hewan dilindungi, salah satunya ialah badak Jawa. (Bahtiar Rifai/detikcom)
Pandeglang - Kabar baik datang dari pengelolaan habitat langka badak Jawa di Hari Badak Sedunia pada hari ini. Sepanjang 2016, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menemukan dua anak badak betina dan dua jantan yang lahir.

Sepanjang pemantauan pada 2016, TNUK sendiri melakukan monitoring menggunakan 100 video camera trap yang ditempatkan di Semenanjung Ujung Kulon. Dari situ, ada 40.261 klip video yang terdiri atas 1.849 klip video badak Jawa, 13.960 klip video satwa lain (22 jenis), dan sisanya 24.452 klip video nonsatwa.

"Dari hasil identifikasi klip video badak Jawa, ditemukan empat individu anak badak Jawa yang diduga lahir pada 2016, yang terdiri atas dua individu jantan dan dua individu betina," kata Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat di Cilintang, kawasan Ujung Kulon, Sumur, Pandeglang, Jumat (22/9/2017).


Pada tahun yang sama, dua badak betina remaja atas nama Sari dengan identitas nomor ID:046.2021 dan Beti ID:059.2013 tidak terekam campera trap. Dua badak ini mungkin berpindah jalur dan berada di luar jangkauan kamera. Selain itu, pihak balai tidak menemukan tanda adanya kematian di taman nasional.

"Ditemukannya anak badak Jawa dalam jumlah yang relatif besar menunjukkan populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon masih mengalami perkembangbiakan alami dengan baik," ujarnya.

Dengan ditemukannya empat anak badak jawa ini, TNUK menghitung ada 67 satwa badak Jawa di daerah Ujung Kulon. Komposisi tersebut adalah 37 badak jantan dan 30 badak betina. Komposisi usianya antara lain 13 anak badak dan 54 badak masuk kategori remaja dan dewasa.


Badak Jawa merupakan spesies paling langka di antara lima spesies badak yang ada di dunia. Badak ini dikategorikan sebagai critically endangered dan masuk red list Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Natural Resources (IUCN).

Selain itu, badak Jawa terdaftar di Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah. Pemerintah Indonesia memasukkan satwa ini sebagai yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.
(bri/jbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed