"Setelah silaturahmi, jangan menyerang sana-sini, hujat sana-sini. Silaturahmi ini untuk kedekatan asal-usul dan menyebarkan pesan baik," kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam keterangan tertulis dari MPR, Jumat (22/9/2017).
Hidayat mengatakan itu saat memberikan tausiah subuh dalam 'Subuh Berjamaah' di hadapan jamaah umum dan Forum Umat Islam (FUI) di Masjid Agung Darussalam, Cilacap, hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat menuturkan, momen hijrah Nabi Muhammad ke Madinah diperingati sebagai Tahun Baru Islam, menjadi penentu bagi umat Islam Indonesia untuk memiliki rujukan dalam perjalanan dan perjuangan Islam. Ia juga mengemukakan, bagaimana dalam peristiwa ini umat muslim mempelajari tentang sejarah atau filosofi kehidupan perjuangan Rasulullah yang membawa perubahan luar biasa dan menjadi tonggak pencatatan, sejarah, dan kegiatan.
"Nabi membawa keteladanan kepada kita. Dengan hijrah yang dilakukan menuju peradaban lebih baik," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Hidayat bercerita Indonesia saat sudah merdeka diserang oleh beberapa pemberontakan termasuk oleh komunis yang pada 1948 membentuk Republik Indonesia Soviet. Kemerdekaan Indonesia dicabik-cabik oleh pemberontakan PKI yang menjadi korbannya dari kalangan kiai dan pesantren.
Menurut Hidayat, yang mengembalikan NKRI dari pecah-belah dan tercabik-cabiknya Indonesia adalah Muhammad Natsir dari Partai Umat Islam fraksi Masyumi pada 17 Agustus 1950. "Bung Karno memproklamasikan NKRI," kata Hidayat.
(nwy/ega)











































