DetikNews
Jumat 22 September 2017, 15:59 WIB

Pilgub Golkar 2018

Golkar Bantah Dukungan ke Emil, Surat yang Beredar Disebut Bodong

Hary Lukita Wardani - detikNews
Golkar Bantah Dukungan ke Emil, Surat yang Beredar Disebut Bodong Idrus Marham di kantor Golkar (Hary Lukita/detikcom)
Jakarta - Sekjen Golkar Idrus Marham membantah surat dukungan Golkar terhadap Ridwan Kamil untuk menjadi cagub Jawa Barat di Pilkada 2018. Idrus berkilah soal tanda tangannya dalam surat itu.

"Jadi Saudara-saudara sekalian, begini, sebagaimana beberapa kali sudah saya jelaskan, bahwa Partai Golkar dalam menentukan pasangan calon yang diusung pada setiap pilkada telah diatur dalam juklak tentang pilkada, di mana di situ diatur prinsipnya Partai Golkar mengedepankan kader, apalagi kalau itu pengurus," kata Idrus di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Jumat (22/9/2017).






Idrus mengatakan, soal Pilgub Jawa Barat, Golkar sudah menggelar survei dan mencoba beberapa simulasi pasangan calon. Idrus mengatakan ada 3 besar cagub berdasarkan survei-survei yang sudah dilakukan.

"Dari seluruh survei memang yang pertama, nomor satu, Ridwan Kamil. Deddy Mizwar kedua dan ketiga Dedi Mulyadi. Dengan memperhatikan ini, maka timbul berbagai macam opsi-opsi simulasi. Artinya, pernah suatu ketika kita menyimulasikan RK dengan Dedi Mulyadi, tapi rupanya opsi ini nggak sampai pada sebuah kesepakatan," tutur Idrus.


Golkar juga pernah menyimulasikan duet Ridwan Kamil dengan Daniel Mutaqien, seperti tertera dalam surat yang beredar. Namun, kata Idrus, simulasi duet itu juga belum disepakati di lingkup internal Golkar.

"Terkait beredarnya surat yang saya istilahkan itu adalah surat bodong. Ya kenapa? Karena pertama, yang memang surat itu tidak seperti biasanya, seperti itu nggak mungkin kita keluarkan surat tanpa stempel, tanpa nomor surat, dan tanpa tanggal," ulas Idrus.

Tonton Video DPD Golkar Jabar Masih Setia Dukung Dedi Mulyadi

"Sampai hari ini, DPP belum mengeluarkan secara resmi tentang pasangan yang diusung Golkar di Jabar," imbuhnya.

Surat penetapan Ridwan Kamil.Surat penetapan Ridwan Kamil. (dok. Istimewa)

Golkar, kata Idrus, akan menunggu Novanto sembuh, barulah membuat keputusan. Saat ini, seperti diketahui, Novanto dikabarkan sakit dan harus menjalani kateterisasi jantung.


Lalu, bagaimana soal tanda tangan Novanto dan Idrus yang ada di surat itu? Idrus menolak menjelaskan, termasuk soal paraf Ketua Tim Pilkada Pusat Golkar dalam surat itu.

"Ya saya katakan tadi itu, kita tidak dalam posisi memberikan penjelasan karena memang belum secara resmi kita keluarkan surat. Tidak dan tidak dalam posisi karena kita tidak secara resmi, tidak mengeluarkan surat, maka seluruh yang beredar itu ada tiga macam itu tidak ada," jawab Idrus.

"Pada gilirannya akan dilakukan rapat pusat yang akan menghadirkan DPD Provinsi Jabar dan/atau sudah memungkinkan ketum nanti kita akan konsultasi kepada ketum yang sekarang ini sakit," sambungnya.
(lkw/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed