"InsyaAllah tahun ajaran baru 2018 dimulai penerimaan siswa baru," kata Ketua CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, sebelum peletakan batu pertama SMA Unggulan CT ARSA Foundation di Sukoharjo, Jumat (22/9/2017).
Anita Ratnasari Tanjung Foto: Trinita kartikasari |
Seperti di Medan, siswa SMA unggulan ini diseleksi sangat ketat. Ada tim khusus yang menyeleksi calon siswa, harus dari kalangan kurang mampu dan tentu saja berprestasi.
"Seperti di Medan, pertama ada proses rekrutmen. Ini sangat sangat penting karena SMA unggulan ini hanya untuk anak didik yang tidak mampu," kata Anita.
Peletakan batu pertama oleh peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dan Founder dan Chairman CT Corpora, Chairul Tanjung. Foto: Trinita kartikasari |
Setelah melalui proses seleksi berlapis itu barulah siswa bias belajar di SMA unggulan ini. Siswa yang berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu yang sekolah di SMA unggulan ini tidak dipungut biaya sama sekali.
"Semua free, ini seperti boarding school. Mereka belajar dan tinggal di sekolah kita. Jadi mereka mendapatkan pendidikan berkualitas, kesehatan berkualitas bahkan kita biayai sampai perguruan tinggi, bahkan sampai S2 pun kita dorong," papar Anita.
"Dan seperti di Medan sudah terbukti benar- benar sekolah unggulan. Dengan pendidikan berkualitas menghasilkan 95% lulusan masuk perguruan tinggi top di Indonesia seperti UI, ITB, IPB, dan lainnya," imbuhnya.
Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari Tanjung menerima potongan tumpeng/Foto: Trinita kartikasari |
"Jadi tujuan kita, di manapun CT ARSA Foundation hadir untuk anak dari keluarga tidak mampu. Karena visi kita memutus mata rantai dengan pendidikan dan kesehatan berkualitas untuk masyarakat yang tidak mampu," pungkasnya.
(van/fjp)












































Anita Ratnasari Tanjung Foto: Trinita kartikasari
Peletakan batu pertama oleh peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dan Founder dan Chairman CT Corpora, Chairul Tanjung. Foto: Trinita kartikasari
Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari Tanjung menerima potongan tumpeng/Foto: Trinita kartikasari