Meski Tertib Sipil, TNI Tetap Berjaga di Aceh

Meski Tertib Sipil, TNI Tetap Berjaga di Aceh

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2005 19:01 WIB
Jakarta - Kontak senjata antara GAM dan TNI yang terjadi saat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berstatus tertib sipil, bukan berarti TNI tidak mengamankan NAD. TNI tetap hadir di Tanah Rencong. "Jangan gara-gara status darurat sipil dihapuskan, tidak ada upaya untuk memberikan keamanan lagi pada masyarakat," kata Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto usai menghadiri rapat kerja dengan Pansus Poso di DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2005).Seperti diketahui, status darurat sipil di Aceh berakhir Rabu (18/5/2005). Meski gangguan keamanan masih terjadi di beberapa wilayah, pemerintah yang mendapat persetujuan DPR akan menurunkan status tersebut menjadi tertib sipil. Saat status diturunkan, terjadi kontak senjata yang menewaskan 2 anggota GAM dan 2 anggota TNI luka-luka. Menurut Endriartono, pasukan TNI akan ditarik dari Aceh bila GAM menyerahkan diri dan mau kembali ke pangkuan ibu pertiwi. "Kalau mereka menyerahkan diri, ya TNI akan segera ditarik," katanya.Keberadaan aparat kemananan di NAD bukan disebabkan status keadaan bahaya. Tetapi situasi keamanan yang akan menentukan berapa banyak perlu dilakukan penambahan atau pengurangan pasukan. "Kalau memang gangguan itu perlu ada penambahan pasukan, ya kita tambah. Kalau karena aktivitas GAM biasa, ya nggak perlu," jelas Endriartono.Kontak senjata antara TNI dan GAM, lanjut Endriartono, tidak membuat tertib sipil akan dicabut. "Masak mau dicabut lagi. Hanya gara-gara satu biji (atq/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini