Penyakit Kusta Serang Jabar
Kamis, 19 Mei 2005 18:55 WIB
Bandung - Masalah Polio belum selesai, Jawa Barat kini disibukkan lagi dengan penyakit kusta yang menyerang di beberapa daerah di Jawa Barat. Di Kabupaten Bandung, kusta menyerang empat desa. Saat ini, jumlah penderita kusta di Jawa Barat sebanyak 124 orang. Diperkirakan jumlah sebenarnya melebih angka tersebut. "Tersebar, antara lain di Subang, Bekasi, Cirebon. Di Kabupaten Bandung di Sindang Kerta dan Kecamatan Cihampelas," ungkap Kasie Penyehatan Lingkungan dan Permukiman Dinas Kesehatan Jawa Barat, Udeng P Daman di kantor Dinas Kesehatan Jabar, Jalan Ternate, Bandung Kamis (19/5/2005) saat ditemui oleh sejumlah wartawan. Beberapa penderita kusta di Jawa Barat ini antara lain ditemukan di Sumedang 4 orang, Tasikmalaya 6 orang, Majalengka 29 orang, Kabupaten Bekasi 51 orang, Sukabumi 17 orang, Purwakarta 8 orang, Kabupaten Bandung 5 orang dan Kota Bandung 4 orang.Masa inkubasi penyakit kusta berkisar 3-5 tahun, dengan masa akut selama 14 hari. Biasanya, menurut Udeng, penyakit kusta ini bisa terlihat secara fisik. Kuman Nycobacterium Lepra menyerang susunan saraf. Pada kulit ditemukan bercak berwarna putih dan berkumpul. Jika ditekan, tidak dirasakan sakit pada penderitanya."Kita memang masih lemah di tenaga lapangannya. Jika ditemukan kasus harus segera diobati dan diputus jaringannya supaya tak menyebar. Kusta ini menular jika berkontak langsung secara lama. Keluarga dekat paling rawan," ujarnya.Untuk mengobati penyakit kusta, saat ini Dinas Kesehatan Jawa Barat telah menyediakan beberapa obat. Di antaranya Lampren, BSD, Rifampycin yang bisa membinasakan kuman kusta. Ada 2 macam tipe penyakit kusta, yaitu tipe basah atau multy basiler dan tipe kering atau pause basiler. Keduanya menyebabkan kecacatan. "Temuan penyakit kusta ini belum semuanya. Saya masih yakin banyak," ujarnya. Menurut dia, tidak mudah mengobati para penderita kusta. Hal ini terkait dengan masalah stigmatisasi dan diskriminasi terhadap para penderita kusta yang terjadi di masyarakat. "Itu yang kita takutkan," ungkapnya. Demam Berdarah di Bandung Sementara itu, demam berdarah kembali menyerang warga sekitar Bandung. Saat ini pasien demam berdarah yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berjumlah 84 orang. Terdiri dari 54 orang dewasa dan 30 anak-anak.Demam berdarah juga menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 1 orang, bernama Winda berumur 6 tahun. Sebelumnya Winda juga sempat di rawat inap di ruang Unit Gawat Darurat RSHS Bandung."Ada kencenderungan peningkatan dibadingkan tahun lalu. Ini berhubungan erat dengan masalah kelembaban dan hujan yang pindah-pindah. Ini bagus buat perkembangan nyamuk," ungkap Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSHS Dr.Nanan Sekarwana di RSHS, Jalan Pasteur Bandung, Kamis (19/5/2005) saat ditemui sejumlah wartawan.Sedangkan dari data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat jumlah pasien demam berdarah hingga saat ini di seluruh Jawa Barat sebanyak 5.515 orang. Jumlah pasien tertinggi demam berdarah ditemukan di Bandung sebanyak 102 orang.
(asy/)











































