DetikNews
Jumat 22 September 2017, 13:44 WIB

Reuni Petinggi TNI, Ini Pesan Para Purnawirawan ke Panglima Gatot

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Reuni Petinggi TNI, Ini Pesan Para Purnawirawan ke Panglima Gatot Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menggelar acara silaturahmi di Mabes TNI Cilangkap. (Edward/detikcom)
Jakarta - Mantan petinggi TNI hingga para jenderal aktif bersilaturahmi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Mereka memberikan banyak masukan kepada Gatot pada akhir masa jabatannya.

Silaturahmi itu digelar di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017). Mereka yang hadir di antaranya Menko Polhukam Wiranto, mantan Gubernur Lemhannas Agum Gumelar, Prabowo Subianto, wapres ke-6 Try Sutrisno, Laksamana (Purn) TNI Purn Widodo AS, dan Laksamana (Purn) Agus Suhartono. Hadir juga Sutiyoso dan mantan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno.

"Saya terkesan ucapan Pak Gatot ada dua. Pertama, menyampaikan mengakhiri masa tugas, sangat penting untuk tidak goyang, TNI juga masih dapat kepercayaan tertinggi. Kita meninggalkan TNI legowo, prinsip pemimpin tidak boleh punya sindrom (jabatan)," ujar Try Sutrisno mengawali diskusi dalam forum silahturahmi purnawirawan.

Try mengingatkan Gatot bahwa prajurit TNI adalah pejuang sebelum lahirnya pemerintah. Try juga mengingatkan perang ke depan tidak lagi secara fisik.

"Yang buat TNI bukan pemerintah, tetapi rakyat. Perang nanti bukan fisik, tetapi perang proxy war, ini menghantam semua aspek kita, politik, budaya, dan hankam. Oleh karena itu, saya dukung Anda selama menjabat maupun nanti, kita saling rangkul," ujar Try.

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto mengatakan, sebagai bagian dari pemerintah, dirinya juga pernah menjadi bagian dari TNI.

"Saya mengawali reformasi TNI dari era Pak Soeharto, waktu itu saya dan kawan-kawan Widodo AS, Pak Prabowo, menjadi pengujung TNI di era Orde Baru. Sebagai instrumen pemerintah, kita mengemban misi. Saya berikan elaborasi sedikit, kita bisa tidak menilai nilai misi institusi dengan waktu berbeda, zaman yang beda, situasi politik, dan hukum yang berbeda. Pasti tidak adil," ujar Wiranto.

Wiranto menitipkan pesan kepada Gatot untuk menjunjung tinggi sapta marga prajurit. Dalam mengambil keputusan juga harus bijak demi menyelamatkan negeri.

"Saya selamatkan '98 dari perang saudara, kami bhayangkari bangsa Indonesia, karena ketika negara disentuh satu komponennya, kita semua bergerak. Tetapi kalau dari tiga unsur, duanya dibenturkan, kita harus bijak mengambil keputusan bijak, untuk selamatkan negeri ini," paparnya

Sedangkan Agum Gumelar menitipkan pesan kepada Gatot untuk menjaga keutuhan hubungan solidaritas TNI dan Polri.

"Situasi seperti ini solidaritas keluarga besar jaminan kokohnya TNI, karena keutuhan dan solidaritas tidak mampu dipecahkan," pungkas Agung.
(edo/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed