DetikNews
Jumat 22 September 2017, 13:05 WIB

220 Drum Oli Palsu Pertamina Dimusnahkan

Niken Widya Yunita - detikNews
220 Drum Oli Palsu Pertamina Dimusnahkan Foto: Dok Pertamina Lubricants
Gresik - PT Pertamina Lubricants bersama Kejaksaan Negeri Banjarmasin memusnahkan 220 drum pelumas palsu. Pelumas tersebut dari berbagai merek, varian, dan jumlah produk segel kecil serta besar.

Dalam keterangan tertulis dari Pertamina Lubricants, Jumat (22/9/2017), produk tersebut hasil dari tiga perkara yang telah diputus Pengadilan Negeri Banjarmasin pada 11 Januari 2017, 13 Juni dan 22 Juni 2017. Pemusnahan itu dilakukan pada Rabu (20/9/2017) di Gresik, Jawa Timur.

"Pertamina Lubricants mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan oleh instansi penegak hukum untuk menangani kasus-kasus pemalsuan pelumas yang beredar di tengah masyarakat," ujar Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Fitri Erika.

Fitri menuturkan, pihaknya juga berkomitmen akan menindak tegas para pelaku pemalsuan sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen. Untuk kasus pelumas palsu, konsumen sangat dirugikan. Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik kerja sama itu.

Sepanjang 2016-2017, lima kasus pemalsuan pelumas merek Pertamina di Banjarmasin telah dibawa ke pengadilan dan telah berkeputusan tetap.

Pada kasus ini, tiga terpidana, Abdul Muin, Naftali Wijaya alias Acing, dan Shono Bin Amir Sukamto dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pengelolaan limbah B3 (oli bekas) tanpa izin dan tindak pidana perlindungan konsumen. Serta dengan tanpa hak menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada pokok dengan milik terdaftar milik pihak lain untuk barang diperdagangkan.

Menurut Erika, upaya penanganan kasus pemalsuan oli akan terus dilakukan secara bertahap pada tujuh wilayah pemasaran Pertamina Lubricants. Pada tahap awal, penanganan dilakukan di Banjarmasin seiring indikasi banyaknya kasus pemalsuan.

"Memang tidak semua produk yang dipalsukan adalah merek Pertamina. Namun ini merupakan bentuk tanggung jawab kami sebagai produsen pelumas terbesar di Indonesia," ucap dia.

Erika menambahkan, kerugian dengan adanya pelumas palsu bukan hanya dirasakan oleh konsumen. Namun juga negara dan masyarakat secara keseluruhan.

Bahaya menggunakan pelumas yang palsu adalah dapat mengakibatkan kerusakan alat yang dilumasi. Jadi sebenarnya dampak paling negatif adalah pada masyarakat pengguna.

Sales Area Manager VI Banjarmasin Pertamina Lubricants Arif Wibowo mengatakan besarnya jumlah pelumas palsu yang beredar ini sangat menghawatirkan.

"Dapat dibayangkan jumlah peralatan yang akan segera atau sudah rusak akibat penggunaan pelumas palsu ini," kata Arif.

Arif mengimbau agar seluruh masyarakat terutama di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk membeli pelumas Pertamina dari distributor resmi. Hal ini bertujuan agar masyarakat terhindar dan pelumas palsu.

Arif menambahkan bahwa Pertamina selalu berupaya mencegah pemalsuan pelumas dengan menerapkan berbagai sistem. Namun langkah antisipatif yang paling penting adalah sebaiknya membeli langsung pelumas Pertamina dari distributor resmi Pertamina.

"Ini merupakan langkah paling aman yang dapat dilakukan," ucap Arif.
(nwy/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed